Puluhan Ekor Kambing di Kelumpang Selatan Mati

Foto: Sayangi.com/emil

Kotabaru, Sayangi.com – Puluhan ekor kambing berbagai jenis di wilayah Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mati setelah terserang penyakit aneh.

“Sebelum mati, kambing-kambing tersebut mulutnya keluar cairan “ngiler”, dan beberapa hari kemudian mati,” kata seorang warga Bumi Asih, Sunarto, Rabu.

Lebih dari 10 ekor kambing milik H Rakhmad, satu persatu terserang penyakit ngiler dan akhirnya lumpuh.

Sebelum mati, Narto mangaku, mengundang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) hewan yang bertugas di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, untuk mengobati kambing yang sakit tersebut.

“PPL tersebut juga datang, dan memberikan obat atau memberikan injeksi untuk kambing, tetapi kambing tersebut juga tidak bisa diselamatkan dan akhirnya mati,” terangnya.

Bahkan, lanjut dia, kambing yang tidak terlihat ada tanda-tanda sakit dan diminta untuk diinjiksi itupun juga ikut mati.

Warga menceritakan, awal terjadinya kambing mati, saat beberapa warga Bumi Asih mendapatkan bantuan kambing turunan etapa dan kambing jenis lainnya dari Dinas Peternakan Kotabaru.

Satu dari kamnging batuan tersebut dicampur dengan kambing milik warga yang selama ini dipelihara pemiliknya dan sehat.

Setelah beberapa hari kemudian, kambing yang dicampur dengan kambing bantuan itu tidak mau makan, lumpuh dan ngiler yang akhirnya mati.

Kasi Pengamatan dan Penyidikan Penyakit drh Khairusaleh menjelaskan, pihaknya sudah meminta warga yang mendapatkan bantuan kambing agar tidak melepaskan kambingnya bercampur dengan kambing lokal.

“Kambing bantuan tersebut perlu beradabtasi beberapa bulan, setelah itu silahkan dicampur tidak apa-apa,” terangnya.

Saleh mengakui, kambing bantuan apabila dicampur dengan kambing lokal masih banyak masalah, terutama masalah sumber penyakit yang terbawa dari daerahnya.

“Masih diperlukan perlakuan khusus terhadap kambing bantuan tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Usaha dan Sumber Daya Nurul Fitriah, 40 peternak di Kotabaru dilatih dan magang untuk bisa beternak kambing perakan etawa di Kaligesing, Jawa Tengah.

Dengan pelatihan sekaligus magang ini, para peternak juga akan mudah dalam memberi pakan memelihara dan merawatnya sehingga ternak akan lebih sehat serta terhindar dari penyakit, imbuhnya.

“Pada 2013 rencananya kelompok peternak mendapatkan bantuan kambing PE dari Dinas Peternakan Kotabaru sebanyak 25 ekor terdiri dari tiga pejantan dan 22 betina,” terangnya. (ant)