Ini 11 Teladan Hidup Sederhana Mahmoud Ahmadinejad

Foto: istimewa

Teheran,Sayangi.com– Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad adalah sosok pemimpin yang konsisten menerapkan hidup sederhana. Baik saat menjadi walikota Teheran, saat menjabat Presiden Iran, dan setelah tidak menjabat di pemerintahan kini ia menjadi dosen di beberapa Universitas di Teheran.

Dialog Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan TV Fox (Amerika Serikat), kiranya dapat menjelaskan mengapa ia hidup begitu sederhana, atau bisa dibilang sangat sederhana untuk seorang pemimpin negara.

Wartawan TV Fox bertanya: “Saat Anda melihat ke cermin setiap pagi, apa yang Anda katakan pada diri Anda?”

Ahmadinejad menjawab: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya. Ingat, kamu tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut ini adalah 11 teladan yang menunjukkan kesederhanaan Ahmadinejad:

1. Saat terpilih menjadi Presiden Iran, langkah pertamanya adalah mengumumkan kekayaan dan propertinya. Kekayaannya terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977 dan sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

2. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu ke masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan. Ia juga tidak menyukai di kantornya ada ruangan sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP. Ia lalu meminta pada protokoler untuk menutup ruang tersebut dan menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana namun tetap terlihat impresive.

3. Ia meminta para menterinya untuk datang kepadanya dan memberikan sebuah dokumen yang ia tanda tangani yang berisikan arahan-arahan darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

4. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Ahmadinejad tidak pernah merasa gengsi bergaul dengan orang biasa, karena dia meyakini, tanpa mereka ia tidak bisa menjadi seperti itu (menjadi Presiden).

5. Semasa menjadi Presiden, ia masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya sebagai seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Ia juga tidak mengambil gajinya sebagai presiden, dengan alasan semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya. Tentang ini ia berkata: “Jika aku tidak mulai, bawahanku tak akan mulai”. Langkahnya ini sangat didukung Istri dan anak-anaknya.

6. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan. Bekalnya itu adalah roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira. Ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden. Ia merasa malu makan bermewah-mewah dari uang rakyatnya

7. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan. Ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

8. Ia kerap mengadakan rapat dengan menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan. Ahmadinejad memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

9. Saat harus menginap di hotel ia meminta diberikan kamar dengan tempat tidur yang tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Itu memang kebiasaannya. Presiden Iran tidur di ruang tamu di rumahnya sesudah lepas dari pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi.

10. Ketika sholat, Anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka. Ia tidak memaksa untuk duduk di baris depan karena ketika datang ke masjid biasanya sudah didahului jamaah lain. Ia duduk di shaf atau tempat yang masih kosong. Katanya, “Tuhan letaknya bukan di depan, tetapi letaknya di Hati”. Ketika suara azan berkumandang dan ia berada jauh dari masjid, ia mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

11. Setelah tidak lagi jadi Presiden, Ahmadinejad kembali mengajar sebagai dosen. Untuk menuju kampus, dia menumpang bus umum bersama masyarakat banyak.

Tentu masih banyak cerita lain tentang kesederhanaan hidup Ahmadinejad, baik dalam berpakaian, memilih makanan, atau sisi-sisi kehidupan lainnya. Kisah yang dirangkum Sayangi.Com dari berbagai sumber ini, setidaknya bisa menginspirasi kita semua bahwa martabat seorang pemimpin tetap bisa terjaga sekalipun hidup sederhana.