Isu Tsunami di Serang, Hotel-Hotel di Anyer Sepi

Foto: istimewa

Serang, Sayangi.com – Akibat air surut sejauh 1 kilometer di pantai Karangantu menyebabkan kabar akan munculnya Tsunami. Isu akan adanya tsunami berpengaruh pada menurunnya pengunjung hotel di Pantai Anyer dan Carita.

“Banyak pengunjung hotel di kawasan wisata Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, yang membatalkan pemesanan kamar hotel,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Hardomo, Sabtu.

Ia menjelaskan pembatalan tersebut karena calon pengunjung khawatir isu tersebut benar-benar terjadi sehingga mengancam keselamatan jiwa mereka, padahal para calon pengunjung itu sudah pesan kamar hotel untuk menginap pada hari libur Sabtu dan Minggu.

Hardomo mengatakan tidak tahu persis berapa persentase jumlah calon pengunjung yang membatalkan niatnya menginap di Anyer, namun diperkirakan hampir setengahnya.

“Di hotel yang saya kelola saja seperti itu, tapi dari informasi anggota PHRI lainnya juga sama,” kata Hardomo pemilik Hotel Pisita Resort.

Manajer My Pisita Resort Anyer ini juga mengatakan, adapun alasan para calon pengunjung yang membatalkan pesanan kamarnya dikarenakan mereka merasa khawatir jika isu akan terjadinya bencana tsunami benar-benar terjadi.

“Saat mereka (calon pengunjung hotel) membatalkan pesanan, rata-rata alasannya karena takut isu itu benar-benar terjadi sehingga mereka khawatir keselamatan jiwanya,” katanya.

Menurut Hardomo, meski banyak yang membatalkan pesanan hotelnya ada juga calon pengunjung yang tidak membatalkannya ataupun kembali memesan kamar hotel. Karena pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait isu tersebut yang ternyata adalah berita tidak benar.

“Kami juga mengklarifikasi ke BMKG dan isinya mengatakan fenomena alam itu tidak berpotensi memicu bencana tsunami. Klarifikasi itu kami scan dan kirimkan ke calon pengunjung. Hasilnya ada beberapa calon pengunjung yang tidak jadi membatalkan pesanan hotelnya namun ada juga yang tetap membatalkannya,” katanya.(ANT/GWH)