Awas, Ada Mata-Mata AS di Angry Birds dan Google Maps

Foto: Deutsche WelleAw

New York, Sayangi.com – Dokumen yang dibocorkan Edward Snowden menunjukkan, dinas mata-mata AS dan Inggris memanfaatkan aplikasi smartphone untuk mengumpulkan data pribadi pengguna. Aplikasi populer menjadi target, termasuk Angry Birds dan Google Maps.
 
Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan New York Times, Guardian, dan ProPublica, National Security Agency (NSA) di Washington dan Government Communications Headquarters (GCHQ) di Inggris ternyata memanfaatkan aplikasi smartphone peta, games, dan jejaring sosial untuk memperoleh akses ke data pribadi dalam jumlah besar.

Media-media tersebut mengutip dokumen intelijen rahasia yang sebelumnya telah dibocorkan oleh bekas pekerja NSA Edward Snowden. Snowden kini tinggal di Rusia dan terancam dakwaan mata-mata di AS setelah mengungkap program pengawasan NSA tahun lalu.

Menurut laporan media, NSA dan GCHQ bekerjasama untuk mencari celah pada aplikasi smartphone yang bisa mengungkap informasi pribadi, termasuk lokasi, umur dan gender pengguna. Kedua dinas rahasa mata-mata tersebut dikatakan secara rutin mengakses data dari game populer Angry Birds yang telah diunduh 1,7 milyar kali di seluruh dunia. Begitu juga dengan layanan navigasi Google Maps.

Selain itu, pada dokumen lain yang berupa 14 halaman slideshow NSA, terdapat daftar aplikasi ponsel lain, termasuk jejaring sosial Facebook, situs tempat berbagi foto Flickr, dan Flixster yang berorientasi pada foto. Tidak diungkap secara jelas, informasi apa yang bisa diperoleh dan dari aplikasi mana. Tapi menurut slideshow NSA tersebut, data yang diperoleh dari aplikasi bisa menentukan setting ponsel, sambungan internetnya, situs apa yang sudah dikunjungi, dokumen apa yang sudah diunduh, dan siapa saja teman dari pengguna app. Salah satu dokumen juga mengatakan, aplikasi bahkan bisa mengungkap informasi tentang pandangan politik atau orientasi seks pengguna.

GCHQ menolak untuk menanggapi laporan tersebut. Dinas pemerintah Inggris ini hanya mengatakan, semua aktivitasnya “resmi, perlu dan proporsional.” Sementara dalam pernyataannya, NSA menyatakan, komunikasi antarpihak yang “bukan sasaran resmi intelijen asing” tidak menarik bagi dinas mata-mata. “Implikasi bahwa NSA berfokus pada smartphone atau komunikasi jejaring sosial warga Amerika biasa tidaklah benar.” (MSR/Deutschewelle)