Walhi Riau, Demonstrasi Diam, Melawan Asap Malaysia

Pekanbaru, Sayangi.com – Aksi unjuk rasa para aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau di Kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru bertema “Melawan Asap Malaysia”, Selasa (11/2), dilakukan tanpa orasi.

Aksi para aktivis, terpantau hanya diam dengan melengkapi diri membawa spanduk kecil bertuliskan berbagai tuntutan.

Seperti menagih janji Malaysia untuk menarik perusahaan yang terbukti membakar lahan di Indonesia, serta spanduk bertuliskan “cabut izin bagi perusahaan yang membakar lahan”.

Para aktivis dalam aksinya tampak mengenakan masker dengan tanpa berorasi bahkan bersuara tentang berbagai tuntutan tersebut.

“Kick off your company PT Adei Plantation”, juga ditulis para aktivis di spanduk mini yang dipampang tepat di depan Kantor Konsulat Malaysia yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Koordinator Jikalahari, Muslim, mengatakan, aksi kali ini memang dikemas untuk diam dan hanya menyampaikan tuntutan melalui tulisan di spanduk.

Namun pada intinya, demikian Muslim, pihaknya mendesak agar Malaysia segera minta maaf kepada pemerintah Indonesia karena perusahaannya terbukti telah membakar lahan di Riau.

Hal itu yang menurut dia kemudian menyulut terjadinya bencana kabut asap di sebagian besar wilayah Riau dan sekitarnya pada 2013.

“Sekarang kabut asap kembali terjadi di Riau dan kami berharap dengan aksi ini perusahaan asing dapat jera untuk tidak kembali membakar lahan,” katanya.

“Presiden SBY tahun lalu minta maaf adalah bentuk penghinaan bagi lingkungan hidup Indonesia. Karena faktanya perusahaan Malaysia yang telah membakar lahan di Riau hingga masyarakat daerah ini terkena dampak kabut asap sepanjang 2013 hingga 2014,” kata Riko Kurniawan selaku Direktur Eksekutif Walhi Riau.

Kepolisian Daerah Riau sebelumnya menetapkan sejumlah tersangka pembakar lahan termasuk korporasi yakni PT Adei Plantation and and Industry.

PT Adei Plantation and Industry merupakan perusahaan Malaysia yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan.

Khusus di Kabupaten Pelalawan, seluas 12.860 hektare kebun inti berada di Desa Kemang dan Desa Palas (Kecamatan Pangkalan Kuras), Desa Batang Nilo Kecil dan Desa Telayap (Kecamatan Pelalawan) serta Desa Sungai Buluh (Kecamatan Bunut). (Ant)