Guru Pelaku Pelecehan Seksual Akan Jalani Tes Kejiwaan

Sumbawa Besar, Sayangi.com – Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman mengatakan akan melakukan tes kejiwaan terhadap SU (30), oknum guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswanya di salah satu sekolah dasar Kecamatan Ropang, kemungkinan akan dilakukan terkait dugaan yang bersangkutan mengalami gangguan mental.

“Tes kejiwaan terhadap oknum guru tersebut, dimungkinkan untuk dilakukan. Namun, hal ini tergantung hasil pemeriksaan petugas melalui proses penyidikan,” kata Karsiman di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Jumat (14/2).

Menurut dia, jika dalam memberikan keterangan kepada petugas, tersangka diindikasikan mengalami gangguan mental, dapat diupayakan untuk melibatkan dokter ahli jiwa. Sebaliknya, apabila tersangka memberikan keterangan yang sesuai dengan pertanyaan penyidik, maka dapat disimpulkan perbuatan SU karena nafsu seks semata.

“Sejauh ini, indikasi gangguan mental itu belum ditemukan. Proses penyidikan terhadap tersangka terus dilakukan dengan melengkapi keterangan sejumlah saksi,” ujar Kapolres Sumbawa.

Sebelumnya, SU oknum guru di salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, ditangkap karena diduga melakukan pelecehan seksual dengan melakukan sodomi terhadap sejumlah siswanya yang sesama jenis. Kasus dugaan pelecehan seksual itu terungkap pada Minggu (9/2).

Berawal ketika salah seorang wali murid berinisial AR, curiga dengan sikap putranya, AD, yang masih duduk di bangku kelas IV SD, dan menyatakan tidak mau masuk sekolah.

Saat ditanya, siswa itu mengaku takut dengan wali kelasnya yang tidak lain adalah SU. Setelah didesak ayahnya, AD akhirnya berterus terang sudah beberapa kali disodomi oknum guru itu.

AR sangat terkejut mendengar pengakuan anaknya dan langsung memutuskan melaporkan kasus itu pada pihak berwajib. Setelah adanya laporan resmi, SU ditangkap petugas berwajib dan ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, untuk menghindari adanya aksi massa, SU telah diamankan pihak Polsek Ropang dan selanjutnya dievakuasi ke Polres Sumbawa.

Selain AD, sejumlah teman sekolah siswa itu, yakni AJ dan RO, pun mengaku disodomi beberapa kali di sejumlah tempat oleh SU. Baik di ruang guru, rumah SU, bawah pohon, maupun kamar mandi.

Selain mengiming-iming dengan nilai ulangan yang bagus, korban pun dipaksa, bahkan sempat dipukul ketika tidak memenuhi panggilan SU.

Terhadap perbuatan ini, ucap Karsiman, tersangka dijerat UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, pasal 82 junto pasal 292 KUHP tentang Pencabulan Sesama Jenis, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ARA)