Terkait Pembuangan Pasien, Polisi Akan Periksa Direktur RSUD

Bandarlampung, Sayangi.com – Kepolisian Resor Kota Bandarlampung akan segera memeriksa Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr A Dadi Tjokrodipo Bandarlampung terkait kasus pembuangan salah seorang pasien rumah sakit tersebut.

“Kami menjadwalkan pemeriksaannya pada Kamis ini dengan materi seputar prosedur penanganan pasien dan apakah penelantaran terhadap pasien kerap dilakukan di RS milik Pemkot Bandarlampung itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya, di Bandarlampung, Minggu (16/2).

Dia mengatakan, sejauh ini penyidikan masih terus dilakukan, termasuk meminta keterangan dari instansi lain seperti rumah sakit jiwa, Dinas Sosial dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Ia menyebutkan delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuangan pasien tersebut, yakni Heriyansah Kasubbag Umum dan Humas RSUD ADT, Mahendri Kepala Ruang Rawat Inap, Andi dan Andika (cleaning service), Andi Karyadi alias Rika (perawat), Rudi (juru parkir), Muhaimin (sopir), dan Adi (office boy).

“Selama pemeriksaan, Mahendri dan Heriyansah tidak mengakui bahwa mereka yang menyuruh membuang pasien. Tapi berdasarkan keterangan dan bukti menunjukkan mereka yang telah menyuruh,” katanya lagi.

Gery menyatakan, delapan tersangka tersebut akan dijadikan tiga berkas, yakni untuk keenam tersangka menjadi satu berkas, sedangkan Heriyansah dan Mahendri berbeda berkas.

“Ada perbedaan rangkaian cerita dalam kasus ini, sehingga akan membagi tiga berkas tersebut,” kata dia.

Menanggapi dugaan masih ada tersangka lain yang terlibat dalam perkara ini, pihak Polresta Bandaralampung menyatakan masih mendalaminya sebab, mengingat tidak mungkin mereka melakukannya dengan inisiatif bersama.

“Yang jelas, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain. Kasus ini masih kami kembangkan, kemungkinan masih ada tersangka lain,” ujarnya pula.

Pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini sampai menemukan siapa yang paling bertanggung jawab atau menjadi otak pelaku sebenarnya dalam pembuangan kakek Suparman itu. (S2/Ant)