Tol Kunciran – Cengkareng Atasi Kemacetan Menuju Bandara

Istimewa

Tangerang, Sayangi.com – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan pembangunan tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran mampu mengatasi kemacean di Kota Tangerang.

“Pembangunan tol tersebut bisa mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Tangerang, terutama jalan yang menuju Bandara,” kata Arief R Wismanssyah di Tangerang, Senin (17/2).

Oleh karena itu, Wali Kota mendesak kepada pihak – pihak yang terkait dengan pembangunan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran terutama pelaksana proyek, untuk segera melakukan percepatan penyelesaian pembangunan tol.

“Apalagi pembangunan jalan tol ini kan menjadi lintasan alternatif menuju Bandara Soekarno Hatta-Tanjung Priuk,” katanya.

Diakuinya progres pembangunan proyek tersebut masih terkendala pada pembebasan lahan. Untuk diketahui, sampai saat ini baru dibebaskan 4,8 persen dari total 122 ha tanah yang harus dibebaskan.

“Terkait dengan adanya lahan pemda atau lahan fasos fasum yang terkena pembebasan, kami akan bantu percepat pengurusannya, asalkan sesuai aturan,” tegasnya.

Perlu diketahui, jalan tol Cengkareng – Batuceper – Kunciran nantinya akan menghubungkan ke Bandara Soekarno Hatta dengan melintasi 12 kelurahan di lima kecamatan Kota Tangerang.

Di jalan bebas hambatan sepanjang 14,1 kilometer itu, terdapat 2.500 bidang tanah dengan luas 122 hektar yang mesti dibebaskan.

Wali Kota berharap segera dilakukan percepatan, terutama pembangunan bandara junction. Sebab. hal itu dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di Kota Tangerang.

Karena, kemacetan yang terjadi di Kota Tangerang sebagian besar disebabkan oleh arus kendaraan yang menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta .”Apalagi kemacetan yang sekarang di pintu M1 sejak dilakukannya penutupan,” katanya.

Direktur PT Marga Kunciran Cengkareng, Saut Parlindungan Simatupang, mengaku optimistis dengan pembangunan jalan tol Kunciran-Cengkareng, Bandara Soekarno Hatta dapat segera dilakukan.

Sebab, pembebasan lahan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2014 dan pengerjaan konstruksinya akan dilaksanakan pada awal 2015 sampai kwartal terakhir tahun 2016.

“Sehingga pada awal tahun 2017 jalan tol tersebut bisa segera beroperasi,” ujarnya. (MD/Ant)