Untuk Isteri Tercinta, Pria ini Membuat 6000 Anak Tangga

Cina, Sayangi.com – Beberapa tahun belakangan, masyarakat di Cina mengetahui adanya kisah cinta Xu Chaoqing dan Liu Guojiang yang sungguh romantis dan amat menyentuh. Tanda rasa cinta Liu yang begitu besar terhadap sang istri Xu, diwujudkannya dengan karya yang meonumental, yakni 6000 anak tangga yang terukir pada sebuah gunung curam di barat daya Chongqing, tempat tinggal mereka berdua. Untuk kegiatan ini dia rela menghabiskan separuh atau bahkan hampir seluruh hidupnya.

Siapakah Liu Guojing?

Dia adalah seorang pemuda berusia 19 tahun yang mencintai seorang perempuan bernama Xu Chaoqing. Hubungan cinta mereka sempat mendapatkan tentangan dari berbagai pihak kala itu dikarenakan status Xu yang saat itu adalah seorang janda dan telah memiliki 4 orang anak. Tidak hanya itu saja, usia Xu juga 10 tahun lebih tua dibandingkan dengan Liu. Pada saat itu ditahun 1956 apabila ada seorang laki-laki yang mencintai seorang wanita yang berusia lebih tua masih dianggap sebagai hal yang sangat tabu dan tidak bermoral.

wwwinpirationonline
Pada tahun 2006 majalah Chinese Women Weekly sempat menjadikan kisah Liu dan Xu ini sebagai salah satu dari  kisah cinta yang terkenal di Cina. 6000 anak tangga hasil jerih payah Liu untuk sang istri tercinta ini dilestarikan oleh pemerintah dan gua tempat kediaman mereka dijadikan museum untuk mengenang cinta sejati mereka berdua.

 

Untuk menghindari berbagai prasangka buruk dan berbagai cercaan di lingkungan sekitarnya, maka mereka berdua memutuskan melarikan diri ke pengunungan untuk memulai hidup baru. Liu dan Xu kemudian tinggal di dalam gua, desa Jiangjin, sebelah selatan Chong Qing.

Pada awal-awal pertama kehidupan mereka di gua ini sangat memprihatinkan. Saat itu mereka tidak memiliki apa-apa. Bahkan yang jauh lebih memprihatinkan adalah mereka berdua harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di sekitar gua hanya untuk bertahan hidup.  Saat itu, Liu sempat hampir menyerah dengan kehidupan mereka dan bertanya kepada sang istri, apakah ia menyesal telah menikah dengan dirinya. Namun dengan bijak Xu menjawab “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik.”

Kasihan dan merasa iba terhadap istri dan anak-anaknya yang berusaha untuk naik turun gunung dengan susah payah, maka setelah 2 tahun pertama mereka tinggal di gua tersebut. Liu mulai untuk membuatkan anak tangga agar anak-anak dan istrinya dapat lebih mudah untuk naik dan turun gunung tersebut. Liu terus memahatkan dengan sabar dan rutin selama 50 tahun  anak tangga itu satu persatu.

Setalah 50 tahun berlalu, lebih tepatnya pada tahun 2001 ketika ada sekelompok pengembara sedang melakukan eksplorasi ke hutan di gunung tersebut, mereka menemukan pasangan yang telah berusia lanjut ini. Tidak hanya itu saja, mereka juga melihat 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu dengan penuh kesabaran dan cinta selama 50 tahun.

Menurut pengakuan salah seorang dari anak Liu dan Xu, mereka mengatakan bahwa orang tuanya ini tidak pernah satu haripun hidup terpisah. Mereka hidup menyendiri selama 50 tahun bersama tanpa terpisah satu sama lain satu haripun. Selama itu pula sang ayah telah memahatkan 6000 anak tangga untuk memudahkan sang istri melakukan kegiatan turun naik gunung. Walaupun diakuinya sang ibu tidaklah terlalu sering naik turun gunung.

Kisah hidup Liu, sang suami setia ini pada akhirnya berakhir di pelukan sang istri. Liu meninggal di usia 72 tahun dipelukan Xu. Bahkan Xu selama berhari-hari terus mengulang kalimat

“Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?,” sambil meraba peti jenazah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.  (VAL/Tea Leaf Nation)