Stok Menipis, Harga Biji Kopi di Sumsel Naik

Foto: Istimewa

Palembang, Sayangi.com – Harga biji kopi kering di tingkat pedagang pengumpul Sumatera Selatan, naik menjadi Jumat Rp17 ribu per kilogram ketimbang dua pekan sebelumnya, yakni Rp16.800 per kg.

Disinyalir kenaikan harga biji kopi kering tersebut, kemungkinan dikarenakan sebagian besar persediaan di tingkat petani sudah menipis, sementara musim panen masih lama, kata Cekasan, petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, saat dihubungi dari Palembang, Jumat.

Menurut dia, selain harganya mengalami kenaikan di tingkat petani juga naik tipis dari Rp13.850 menjadi Rp14 ribu per kg.

Memang produksi biji kopi di kabupaten tersebut sejak beberapa tahun terakhir sudah menurun, karena banyak petani beralih membudidayakan tanaman lain seperti karet dan kelapa sawit.

Dia membenarkan, para petani setempat bahkan sejak sepuluh tahun lalu sudah banyak tidak merawat kebun kopi mereka, karena beralih menanam karet yang dinilai hasil panennya lebih menjanjikan.

Para petani menilai, menanam karet berbeda dengan merawat kopi karena jika telah menghasilkan setiap hari dapat dipanen.

Sementara, jika menanam kopi di samping merawatnya harus rutin juga panennya hanya dilakukan sekali setahun, sehingga banyak memilih membudidayakan tanaman karet dan sebagian lagi kelapa sawit.

Bahkan, kata dia, tidak hanya areal kebun kopi disulap jadi tanaman karet dan kelapa sawit, melainkan yang sepuluh tahun lalu padang alang-alang, sekarang sudah menghijau dengan tanaman karet dan kelapa sawit.

“Jika belasan tahun lalu salah satu daerah sentra penghasil kopi di Sumsel adalah di Kecamatan Jayapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berbatasan dengan Provinsi Lampung,” katanya.

Ia menambahkan, di kawasan tersebut memang merupakan dataran tinggi yang berbukit-bukit sehingga potensial atau cocok untuk membudidayakan jenis tanaman kopi, karet dan kelapa sawit.