PT Semen Indonesia Kembangkan Sistem Manajemen Inovasi

Istimewa

Makassar, Sayangi.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengembangkan Sistem Manajemen Inovasi (Innovation Management System/IMS) yang menjadi basis data inovasi di lingkungan perusahaan tersebut.

“Aplikasi IMS adalah salah satu bentuk nyata upaya kami menjadi “center of knowledge management” yang mampu terus menumbuhkembangkan budaya inovasi di tubuh perseroan,” kata Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMI) Dwi Soetjipto, melalui rilis di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, SMI telah membentuk dewan inovasi untuk mengimplementasikan Manajemen Inovasi Semen Indonesia (MISI) yang bertugas memberi stimulus, mendorong, mengawal implementasi dan mengurus pendaftaran paten atas inovasi-inovasi di lingkungan SMI.

Semuanya simultan untuk menjadikan SMI sebagai “center of research and engineering” yang akan berguna untuk tiga hal yakni pengembangan kemampuan teknologi di industri semen, pengelolaan pembangunan pabrik semen yang modern dan mandiri serta pengembangan bisnis baru yang memberikan nilai tambah bagi perseroan.

Dalam Semen Indonesia Award on Innovation (SMI-AI) 2013 yang digelar di Makassar, perseroan juga memperkenalkan “Kafe Beton” yang memamerkan berbagai inovasi produk.

Diantaranya produk semen yang kilat pengeringannya (Rapid Strenght Concrete) yang berguna untuk pembangunan dan perbaikan jalan yang dikejar tenggat waktu penyelesaian.

Laboratorium Litbang Semen Indonesia mampu membuat “Rapid Strenght Concrete” dengan hanya perlu waktu lima jam untuk mencapai kuat tekan 252 kg/cm2 dan 24 jam untuk mencapai kuat tekan 696 kg/cm2.

Beton normal untuk jalan memerlukan waktu 28 hari dengan menggunakan beton dari Semen Indonesia hanya dalam satu hari sudah mampu dilalui kendaraan berat beroda karet.

Tak hanya itu, inovasi produk yang telah dilakukan juga menghasilkan “pervirous concrete” yang mampu menyerap air yang mengalir di atasnya, lalu segera diteruskan ke tanah. Beton ini menjadi solusi untuk membantu mengatasi banjir di perkotaan.

SMI melakukan optimalisasi potensi penghematan biaya operasional hingga Rp2,57 triliun pada periode 2009-2013 melalui penguatan budaya inovasi di lingkungan perusahaan.

Penguatan budaya inovasi tersebut didorong oleh penyelenggaraan Semen Indonesia Award on Innovation (SMI-AI) yang kembali digelar pada tahun ini di Makassar, Kamis (20/2). (MD)