Adjie Pangsetu: Banyak Caleg Artis Tak Siap Berpolitik

Foto: Eman MG

Adjie Mindosio Pangestu mengkritik rekan-rekannya sesama artis yang menjadi caleg tanpa berbekal pengalaman dan pengetahuan yang baik tentang dunia politik. Ia menyebut contoh Angel Lelga, yang menurutnya tak punya kapasitas  yang diperlukan untuk  menjadi wakil rakyat. 

Dalam wawancara dengan wartawan Sayangi.com Eman M.G, aktor kelahiran Semarang pada 21 November 1969  ini juga menyampaikan pandangan kritisnya tentang sistem politik kita yang korup, kesenjangan yang semakin jauh antara si kaya dan miskin, serta proses penegakan hukum yang masih tebang pilih. Berikut petikannya.

Bagaimana Anda melihat fenomena artis terjun ke politik?
Sebetulnya sah-sah saja artis terjun ke politik dengan menjadi calon legislatif (caleg). Cuma aku kadang ketawa, dalam arti gini. Sebagian artis yang terjun berpolitik memang punya bobot dan kapasitas. Tetapi, sebagian lagi hanya ikut-ikutan, mereka sama sekali tidak mengerti dunia politik. Jadi, menurutku mesti ada catatan-catatan.

Catatannya apa saja?
Catatan yang paling utama harus banyak belajar. Teman-teman artis harus menyadari bahwa politik itu mengurus rakyat, perlu pemahaman yang baik, perlu konsentrasi penuh untuk membawa suara rakyat. Gak bisa instant. Saran aku ikuti dulu perkaderan dari bawah. Belajar komunikasi politik yang baik, dan banyak ikut diskusi politik. Lebih bagus kalau punya mentor. Setelah itu baru terjun berpolitik. Aku saja yang sedikit mengerti, gak mau karena takut gak bisa bersaing dengan politisi dari partai.

Jadi, secara umum caleg artis banyak belum siap berpolitik?
Kita lihat saja contoh beberapa artis yang sekarang jadi caleg. Sebut saja Angel Lelga, itu teman saya juga. Saya tau kapasitasnya seperti apa. Itu jelas-jelas gak ada pendidikan politiknya. Gak punya pengalaman dan gak menguasai komunikasi politik. Jadi apa yang mau mereka sampaikan di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat?

Kalau artis jadi anggota Dewan,  bukankah mereka bisa memperjuangkan kepentingan seni budaya, misalnya anti pembajakan?
Sebetulnya begitu. Mereka yang berlatar belakang artis bisa mengawasi atau memperbaiki undang-undang yang ada untuk memperjuangkan hak dan kepentingan kita-kita yang bergerak di bidang seni. Tapi, nyatanya gak ada kan…

Jadi, apa yang bisa diharapkan dari artis yang menjadi caleg?
Yah harus tanya ke mereka, mereka mengharapkan apa dan diberi apa? Kesan aku sih, sebagian besar dari mereka hanya dimanfaatkan oleh partai untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

Anda sendiri kenapa tidak mau jadi caleg, padahal sepertinya punya kapasitas?
Terus terang saya ditawari. Dan itu caleg jadi. Tapi aku gak mau sebab merasa gak punya ilmunya. Aku mungkin bisa ngomong, punya nalar dan naluri, tetapi aku gak mau terjun ke suatu bidang yang tidak menguasainya dengan baik.

Bagaimana Anda melihat situasi politik nasional saat ini?
Secara aturan dan kelembagaan sebetulnya sudah bagus. Tapi kita menghadapi masalah besar karena sistem yang ada sangat korup. Siapapun yang berada di situ pasti kena dampak. Istilahnya atas dapat, bawah dapat, semua dapat. Siapapun yang jadi pejabat di instansi A misalnya, besok akan kena kasus. Aku gak tau, seperti Gubernur DKI Pak Jokowi mungkin masih baik

Dalam situasi demikian, semua jadi ikut-ikutan korup?
Kalau gak ikut-ikutan dia bisa tergeser.

Siapa calon pemimpin terbaik yang mampu memecahkan berbagai masalah bangsa ini?
Kalau dibilang terbaik aku belum lihat. Sekarang justru sedang buram situasinya. Kayaknya belum ada tokoh yang cukup amanah yang bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Meski begitu, tetap saja kita berharap ada calon pemimpin yang baik. Bisa calon dari PDIP, bisa dari calon presiden alternatif, atau kita lihat Konvensi Partai Demokrat siapa nanti calon presidennya. Mungkin seperti Pak Anies Baswedan, terus terang aku suka cara bicara dan berpikirnya.

Artinya, masih ada tokoh yang bisa membawa kita menuju perubahan?
Itu harapan yang terus terang berat, tetapi setidaknya kita punya. Ambil contoh Gubernur DKI Jokowi dan Walikota Surabaya Ibu Risma. Ada fakta menarik bahwa secara serentak rakyat mendukung mereka habis-habisan. Rakyat mau katakanlah pasang badan jika ada sesuatu terjadi terhadap mereka. Dua orang itu biasa-biasa saja, tetapi rakyat menyukai cara kerja mereka yang turun langsung ke bawah. Aku kira itu sangat baik untuk dijadikan contoh.

Kalau perkembangan ekonomi, secara umum bagaimana?
Secara umum saya melihatnya baik, tetapi harus kita akui bahwa tingkat kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin itu masih terlalu jauh. Malah sepertinya tambah jauh.

Bagaimana dengan penegakan hukum?
Terus terang penegakan hukum juga masih jauh dari baik. Dalam proses hukum, terutama kasus korupsi, masih ada kasus ini disayang dan itu tidak. Harusnya tidak boleh tebang pilih, semua harus dibabat habis. Tidak boleh ada kasus yang sifatnya pesanan, yang satu diperlambat prosesnya sedangkan yang lain dipercepat.