Nengah Tak Terima Anaknya Dituduh Pemerkosa di Houston, AS

Singaraja, Sayangi.com  – Nengah Gunawan orang tua Ketut Pujayasa, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bali yang tersangkut kasus di Houston, Texas, Amerika Serikat tidak menerima anaknya dituduh melakukan tindak pemerkosaan dan kekerasaan.

“Walau saya tidak bisa menghadiri proses sidang anak di Amerika, saya mengharapkan proses hukum dapat berlaku adil untuk anak saya,” kata Nengah Gunawan di Singaraja, Senin (24/2).

Rencananya, Selasa (25/2), sidang perdana akan digelar di gedung US Federal Building and Courthouse, Fort Lauderdale, Florida, AS.

Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI ) Houston sudah menyiapkan bantuan dan perlindungan hukum bagi Pujayasa, bahkan pihak KJRI Houston juga akan hadir dalam sidang, sekaligus berkonsultasi dengan pengacara dari kantor public defender (pembela umum) setempat.

Melalui Nyoman Mudhita selaku konsultan hukumnya, Nengah Gunawan membantah keras informasi yang menyebutkan anaknya Ketut Pujayasa melakukan tindak pemerkosaan dan kekerasan terhadap penumpang wanita di kapal pesiar MS Nieuw Amsterdam milik Holand American Line, seperti yang dilansir banyak media online, beberapa waktu lalu.

Menurut Nengah Gunawan, informasi yang dipercaya adalah, bahwa anaknya tidak melakukan pemerkosaan, berdasarkan pesan singkat yang dikirim Pujayasa kepada kakaknya di Denpasar.

Sebelum turun dari kapal dan dijemput oleh FBI, anaknya sempat mengirim pesan singkat, untuk minta maaf kepada ayah dan saudaranya.

Ia terpaksa berurusan dengan hukum lantaran kesal dengan cacian penumpang asal Amerika dan mendatangi kamar wanita tersebut sehingga terjadi pertengkaran.

Melalui persidangan di gedung US Federal Building and Courthouse, Fort Lauderdale, Florida, Amerika itu, Nengah Gunawan berharap proses hukum yang dihadapi anaknya, Ketut Pujayasa dapat berlaku adil, dengan menimbang kesaksian yang disampaikan oleh anaknya tersebut.

Pujayasa (28) merupakan TKI pelaut asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Dia bekerja sebagai “dinning room runner” atau sejenis “room service” atau tata hidangan khusus di kamar kabin tamu di kapal. Masa kontraknya rentang 9-10 bulan, dari 18 Mei 2013 hingga Februari-Maret 2014 dengan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) bernomor 51708132006850001.

Pekerja kapal pesiar milik Holland America Line ditangkap FBI, Minggu (16/2) lalu. Kabar ini dilansir di media Daily Mail, Rabu (19/2). Pujayasa nekat menyerang penumpang kapal lantaran tersinggung. (ARA)