Terkait Guntur Bumi, Habib Selon: Jangan Bangunin Macan Tidur

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Salim Alatas atau yang akrab disapa Habib Selon angkat bicara terkait isu penipuan dan praktik pengobatan yang dilakukan Ustad Guntur Bumi (UGB).

“Apapun yang menimpa dan jadi permasalahan para Ulama, Ustadz, Kyai, Da’i dan sebagainya itu kan ujian dari Allah SWT. Tapi permasalahannya ini persoalan apa?”, kata Habib Selon kepada wartawan di ponpes Assidiqiyah Pusat, Kedoya, Jakarta Barat, Jum’at (21/2).

Menurutnya, jika  pasien yang berobat ke tempat UGB merasa diberatkan, merasa kecewa, lebih baik tidak usah berobat. Begitupun, sambung habib,  jika ke dokter merasa diberatkan, merasa dibohongi sama dokter, lebih baik jangan berobat.

“Jangan udah ga berhasil dibilang itu dokter ga bener, itu ustadz ga bener, itu habib ga bener, nah ini orang yang suka jadi provokator dan ngadu domba. Ini harus kita benahi, kita umat Islam dan para ulama tidak akan membiarkan orang-orang seperti ini,” tegasnya.

Habib mengungkapkan, terkadang ada orang yang mau ngetop, mau cari pamor. Siapapun, tandasnya, jika mau cari pamor jangan nempel di ustadz, jangan nempel di habib atau ulama. Lebih baik katanya, ke tempat olga saja atau ikut program TV yang lagi naik, pasti nanti dikenal.

“Ga usah lah…jangan bangunin macan tidur. Kalo dia merasa dirugikan, laporkan. Tapi dengan syarat, ada bukti. Dan juga UGB jangan segan-segan laporin mereka balik. Sekarang ini banyak orang-orang liberal dan otak PKI. Ingat… otak PKI, bukan orang PKI. Mereka mau hancurkan dengan berbagai macam cara ustadz dan da’i,” katanya.

Dia menjelaskan, misalnya ada satu pengobatan harus ada beli obat ratusan juta. Jika mampu, jelasnya, silahkan  beli, kalo tidak mampu, tidak dipaksakan.
”Di dokter Anda masuk UGD, diinfus, belum dapet kamar udah kasih duit. Kok ga dikomplain? Belum tentu baik tuh penyakit,” tuturnya.

Menurutnya, UGB baca sholawat, baca dzikir, baca Qur’an. Dia menanyakan yang dianggap pelecehan dan pemerasan dimana. Dia juga menegaskan, jika ada unsur pemerasan silahkan dilaporkan dengan bukti yang kuat.

“Misalnya saya ngobatin orang, wah ini obatnya musti jinten item dan beras merah, tolong beli. Kalo mau beli sendiri silahkan. Kalo dia minta saya beliin saya beliin. Ini harganya segini, kalo mampu dan ikhlas ya udah. Tapi kalo disuruh beli obat begitu, dia ngasih uang, tapi dia ga ikhlas ya jangan berobat. Berarti dia mencari masalah,” jelas sang Habib.

Habib Selon menghimbau jika orang terkena penyakit, jangan pergi ke dukun. Karena, katanya, itu salah dan diharamkan.

“Kalo UGB bukan dukun, dukun beda dengan orang yang bersyariat,” imbuhnya.(GWH)