Kualitas Udara di Dumai Makin Buruk, Bisa Picu Kematian

Foto: istimewa

Dumai, Sayangi.com – Pengukuran alat indeks standar polusi udara (ISPU) Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau kembali menyatakan, kualitas udara akibat kabut asap kebakaran lahan terus memburuk dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Bukan tidak mungkin bisa menyebabkan kematian akibat sesak nafas.

“Indeks udara hari ini menunjukkan angka 500 PSI yang artinya sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Marjoko, Rabu (26/2).

Dia menjelaskan, kualitas udara semakin hari terus menunjukkan keadaan tidak baik dan memburuk yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia dan lingkungan akibat kabut asap yang menyelimuti Dumai dalam sebulan terakhir.

Dia menyebutkan lagi, akibat kondisi udara memburuk saat ini, di sejumlah fasilitas layanan medis kesehatan pemerintah telah meningkat kunjungan harian pasien hingga mencapai 120 orang.

Kunjungan pasien di rumah sakit dan puskesmas ini, sebutnya, sebagian besar mengeluhkan kondisi gangguan kesehatan pada pernafasan dan tenggorokan akibat kabut asap pembakaran lahan.

“Dari rata-rata kunjungan normal perhari yang hanya sekitar 100 pasien, kini sudah mulai meningkat dibanding biasanya, dan sebagian besar mengeluhkan gangguan akibat menghirup kabut asap,” jelasnya.

Marjoko menambahkan, antisipasi meluasnya gangguan kesehatan pada masyarakat akibat asap, pihaknya kembali membagikan masker sebanyak 20 ribu lembar secara gratis di sejumlah lokasi umum dan perempatan ruas jalan utama perkotaan.

“Kualitas udara yang tidak kunjung membaik ini harus diantisipasi dengan penggunaan masker saat diluar ruangan, dan kita juga kembali bagikan 20 ribu lembar ke masyarakat di 9 lokasi,” ujarnya.

Diketahui, dampak dari kabut asap Dumai juga telah diantisipasi Dinas Pendidikan setempat dengan meliburkan anak sekolah, terutama yang duduk di tingkat usia dini, yakni TK, PAUD, SD hingga kondisi kualitas udara mulai membaik.(AN/GWH)