Misbakhun: Jika Tidak Datang, Boediono Lecehkan DPR

Jakarta, Sayangi.com – Setelah dua kali mangkir pada panggilan Timwas Century, DPR  berencana melakukan panggilan ketiga kepada Wapres Boediono. Inisiator Hak Angket Kasus Century, M Misbakhun menghimbau kepada Wapres Boediono supaya memenuhi panggilan tersebut. Apabila memilih tidak datang maka Boediono dapat dianggap melakukan pelecehan terhadap institusi DPR.

“Memilih tidak datang ke DPR itu sebuah langkah pelecehan dan konfrontatif dari Pak Boediono terhadap lembaga DPR. Karena Timwas Century bekerja berdasarkan mandat dari rapat paripurna DPR,” kata Misbakhun kepada Sayangi.com, Jum’at (28/2).

Menurut Misbakhun, upaya politik untuk memaksa Boediono supaya hadir memenuhi panggilan Timwas Century DPR harus terus dilakukan karena ada indikasi Boediono akan kembali mangkir dari panggilan DPR.

“Saya melihat lemahnya jiwa kenegarawanan dari Pak Boediono. Dia tidak memberikan teladan yang baik. Tidak mau mewariskan tradisi kehidupan bernegara yang baik. Dengan mengabaikan panggilan Timwas Century,” katanya.

Oleh karena itu, Misbakhun menilai ide Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menggunakan Hak Menyatakan Pendapat kepada Wakil Presiden Boediono apabila dia terus mangkir dari panggilan Timwas harus didukung semua partai politik di parlemen sebagai upaya untuk membangun tradisi politik yang saling menghormati antar lembaga negara.

Selain itu, Boediono juga dihimbau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus Century serta tidak berlindung dibalik jabatannya sebaga Wapres.

“Sebenarnya  Pak Boediono, dipanggil oleh Timwas dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia, yang berdasarkan hasil Pansus Hak Angket adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap pencairan FPJP dan bailout Bank Century. Tetapi Pak Boediono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden cenderung berlindung dibalik jabatannya tersebut dari tanggungjawab hukum. Untuk itu, ditempuhnya langkah politik Hak Menyatakan Pendapat (HMP) pada Wakil Presiden Boediono adalah sangat tepat dan saya pribadi mendukung langkah tersebut,” jelas Misbakhun.