Pembangunan Pembangkit Listrik Tak Berjalan Sesuai Rencana

sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Upaya PLN membangun pembangkit listrik untuk mengimbangi lonjakan permintaan listrik tidak berjalan sesuai rencana.

“Harapannya di PLTU di Batang (Jawa Tengah) 2×1000 MW, tetapi pembebasan tanah belum selesai. Kita tidak tahu apakah kelistrikan di Jawa apakah cukup aman di masa depan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara Adi Supriono, di Jakarta, Minggu (2/2).

PLTU Batang ditargetkan menjadi menjadi pembangkit listrik terbesar di Indonesia karena menghasilkan 2.000 megawatt dari dua PLTU.

Rencananya, pembangunan PLTU yang diperkirakan membutuhkan total biaya Rp35 triliun akan dimulai proses pembangunannya pada 6 Oktober 2013, namun saat ini masih tertunda karena masalah pembebasan lahan warga.

PLTU Batang merupakan bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 10.000 MW Tahap I.

Proyek yang dinamakan Fast Track Program (FTP) Tahap I itu seharusnya sudah selesai seluruhnya pada tahun 2010, namun PLN mengakui proyek sepertinya harus molor lagi.

“Harapan kita pembangunan sarana kelistrikan bisa berjalan lancar, nyatanya butuh dukungan karena FTP I terlambat diantaranya karena pembebasan lahan,” jelas Adi.

Selain masalah pembebasan lahan, proyek pembangunan 35 pembangkit listrik itu mengalami berbagai macam kendala lain seperti proses perizinan panjang dan tidak memiliki standar baku serta pendanaan. (MD)