Peralatan Menjadi Penghambat Pembangunan Pembangkit Listrik

sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Tersendatnya pembangunan pembangkit listrik oleh PLN, selain persoalan pembebasan lahan juga ditengarai adanya hambatan lainnya berupa masalah ketersediaan peralatan, material, maupun SDM akibat pembangunan yang dilakukan secara serentak.

Ditambah lagi, ungkap Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara Adi Supriono, Minggu (2/2), standardisasi peralatan pembangkit yang dibuat oleh China berbeda dengan standar internasional yang selama ini digunakan oleh PLN sehingga harus dilakukan perbandingan standar.

Keterlambatan ini menyebabkan rencana proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap II (FTP Tahap II) belum bisa berjalan.

Proyek FTP Tahap II itu harusnya sudah dimulai pada tahun 2012 dan ditargetkan bisa selesai tahun 2018. Rencananya, 70 persen akan berasal dari energi terbarukan yaitu kombinasi dari panas bumi (geotermal) dan air serta 30 persen batubara.

“Kita harusnya sudah mulai lagi dengan Fast Track tahap dua, mungkin pertengahan tahun ini salah satunya bisa beroperasi yaitu PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Patuha (Pengalengan, Jawa Barat), tetapi pembangkit listrik besarnya banyak yang terhambat,” jelas Adi. (MD)