PLN Membidik Olein untuk Pembangkit Listrik

sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Menyadari pasokan gas juga terbatas, PLN tengah menggenjot energi terbarukan dengan menggunakan bahan bakar nabati dari minyak hasil penyulingan kelapa sawit (olein).

“Olein akan dimanfaatkan di tempat yang tidak bisa masuk gas dan batubara,” jelas Kepala Divisi Gas dan BBM Perusahaan Listrik Negara (PLN) Suryadi Mardjoeki, kepada wartawan, Minggu (2/2).

Menurut Suryadi, penggunaan olein ini merupakan energi terbarukan yang potensial dan cepat , tidak seperti panas bumi yang bisa membutuhkan waktu sampai enam tahun.

Selain itu, penggantian bahan bakar dengan olein ini juga membangun ketahanan energi di Indonesia guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak atau fosil.

“Apabila olein dipakai bahan bakar nabati juga bisa meningkatkan harga olein di internasional karena kebutuhan dalam negeri maksimal,” jelasnya.

PLN mulai mengembangkan penggunaan olein sebagai bahan bakar nabati bagi sejumlah pembangkit listrik dengan kesepakatan kerja sama PLN dan beberapa perusahaan seperti PT Smart Tbk, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Wilmar Cahaya Indonesia pada Januari 2014. Total pasokan sebesar 7000 kiloliter untuk pembangkit listrik.

Pada kerja sama tahap pertama tersebut, PLN mengganti bahan bakar dengan bahan bakar nabati untuk tujuh pembangkit listrik di Indonesia dan menargetkan volume olein yang bisa dibakar diesel sebesar 1 juta kilo liter.

Tahun ini PLN kembali membuka lelang untuk kerja sama kedua penggunaan bahan bakar nabati ini dengan total pasokan 123.000 kiloliter pada akhir Maret nanti sehingga diharapkan pada pertengahan April sudah bisa realisasi di pembangkit listrik Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan beberapa wilayah Sumatera.

“Kita akan mengundang 10 perusahaan, modelnya lelang umum dengan penawaran langsung di depan komputer. Nilainya Rp3,3 triliun setiap tahunnya untuk kontrak tiga tahun,” jelas Suryadi. (MD)