Pengacara Samuel: Dugaan Pencabulan Masih Butuh Pendalaman

Jakarta, Sayangi.com – Dugaan tindak pidana pencabulan sebagaimana diatur dalam pasal 81 KUH Pidana yang disangkakan kepada Chemi alias Samuel pengelola panti asuhan Samuel menurut kuasa hukum Samuel masih perlu pendalaman lebih lanjut. Pasalnya menurut kuasa hukum Roy Rening, SH.,MH, dugaan yang disangkakan kepada kliennya bukanlah peristiwa tertangkap tangan.

Menurut Roy, perlu ada bukti tambahan yang menguatkan dugaan tersebut sebab keterangan mengenai terjadinya dugaan pencabulan hanyalah keterangan sepihak.

Dikatakannya, mungkin benar telah dibuktikan dengan visum bahwa kemaluan korban telah robek, tetapi harus juga dibuktikan bahwa hasil visum itu benar mengarah kepada kliennya.

“Ini bukan peristiwa tertangkap tangan yang jelas saksi mata yang melihat pelaku dan korban benar berada dalam sebuah kamar kemudian benar terjadi persetubuhan dan didukung dengan alat bukti lain, jadi sebaiknya jangan ada vonis opini yang tidak adil terhadap klien saya, jangan-jangan ini adalah fitnah,” ujar Roy, di Jakarta, Selasa (4/3) malam.

Demi hukum, proses hukum harus kita hormati tetapi orang jangan di vonis dengan opini. Bagaimana jika nanti tidak terbukti?,” tegas Roy.

Selain itu, kepada sayangi.com, anggota tim kuasa hukum samuel, Emanuel Herdyanto, SH dan Davi Helkiah, SH  juga menerangkan bahwa tim kuasa telah melayangkan gugatan kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Menurut tim kuasa hukum,  tindakan komisi nasional memisahakan anak-anak asuh dengan kliennya adalah tindakan yang melawan hukum dan tanpa hak.

“Hari ini, anggota tim kuasa hukum kami telah mendaftarkan gugatan terhadap komisi nasional perlindungan anak melalui Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan telah terigristrasi dengan nomor regirtrasi 72/pdt/6/2014/PN jkt. Tim. Yang kami inginkan aalah agar anak-anak itu kembali bisa berkumpul dengan ayah dan ibunya dipanti asuhan,” imbu Davy Helkiah.