Boediono Masuk Dakwaan Century, Misbakhun: Ini Bisa Serius

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Dimasukkannya nama Wakil Presiden Boediono dalam dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Budi Mulya diapresiasi sejumlah kalangan.

Dakwaan KPK menyebutkan bahwa Budi Mulya bersama-sama dengan Boediono, Miranda S. Goeltom, Siti Ch. Fadjrijah, Boedi Rochadi (alm), Muliaman D. Hadad, Hartadki Sarwono, Ardhayadi M, dan Raden Pardede terkait tindak pidana korupsi pengucuran FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. “Hal ini patut diapresiasi sebagai sebuah prestasi kerja yang bagus,” ujar M. Misbakhun, inisiator Hak Angket Century.

Masih kata politisi Partai Golkar itu, dimasukkannya nama Boediono sebanyak 65x dalam dakwaan Budi Mulya yang tebalnya 183 halaman bersama-sama yang lain, telah memberikan posisi hukum yang berat bagi Boediono yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden. Dipercaya, hal ini memberikan implikasi hukum yang serius, karena secara material Boediono sudah didakwa walaupun secara formil belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.   

Posisi tersebut juga memberikan akibat secara ketatanegaraan, karena posisi Wakil Presiden tidak boleh dijabat oleh orang dengan permasalahan dengan hukum. Apalagi dengan tuduhan pidana korupsi. Kasus Century adalah kasus korupsi terbesar yang disidangkan di pengadilan Tipikor, juga masuk dalam sejarah pemberantasan korupsi karena menurut hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan, kasus tersebut merugikan negara senilai Rp 7,3 Triliun. (MSR)