SBY Minta Urusan Pertahanan Tidak Diganggu Politik

Foto: Ant

Surabaya, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Bangsa Indonesia harus bersatu sehingga tidak seharusnya urusan pertahanan diganggu oleh politik atau yang lain.

“Bangsa ini harus bersatu, saya kurang senang setelah kita punya ‘policy’, punya rencana, punya uang, mau membeli sesuatu diganggu dengan urusan-urusan yang tidak sepatutnya, apakah urusan politik ataupun urusan yang lain,” kata Presiden saat memimpin sidang pertama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di Lounge Majapahit Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Jawa Timur.

Menurut Presiden, seluruh pihak harus bersatu dalam hal menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah.

“‘We are one’. Merah Putih. Politik, jangan masuk karena urusan negara, urusan rakyat, urusan masa depan,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan harapannya agar pemerintahan baru dapat melanjutkan kebijakan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan.

Pada kesempatan itu Presiden juga bercerita tentang kesulitan yang dihadapi Indonesia untuk meningkatkan kekuatan pertahanan akibat sanksi dan embargo pada 1992 hingga 2005 serta krisis ekonomi pada 1998.

“Kita merasa tidak mudahnya meningkatkan kekuatan pertahanan kita, bahkan untuk membeli suku cadang…. bahkan ketika Indonesia mengalami musibah tsunami, kita tidak siap karena embargo dan sanksi,” katanya seraya menjelaskan bahwa pencabutan embargo dan pelunasan utang IMF senilai Rp69 triliun menjadi target pemerintahannya.

Tapi, tambah Presiden, sejalan dengan peningkatan perekonomian maka semua bisa dibangun dan dikembangkan.

Sementara itu dalam kurun waktu 2010-2013, KKIP telah merumuskan berbagai kebijakan nasional yang bersifat strategis di bidang industri pertahanan. KKIP juga telah menetapkan beberapa program nasional, menerbitkan cetak biru riset Alpalhankam serta merumuskan cetak biru produk Alpalhankam.

Menurut Kementerian Pertahanan, terkait strategi mewujudkan kemandirian pertahanan, telah disusun master plan pembangunan industri pertahanan tahun 2010-2029 yang mencakup dua target utama yaitu alutsista dan industri pertahanan.

Target alutsista yang akan dicapai adalah alutsista yang memiliki mobilitas tinggi dan daya pukul, sedangkan target industri pertahanan yang akan dicapai adalah terwujudnya kemampuan memenuhi permintaan pasar dalam negeri, kemampuan bersaing di pasar internasional serta kemampuan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Untuk pengembangan produk alutsista masa depan, KKIP telah mencanangkan program produk-produk masa depan baru yang meliputi pesawat tempur (IF-X), pesawat angkut, kapal selam, kapal perang atas air, roket, peluru kendali, pesawat terbang tanpa awak, radat, sistem manajemen pertempuran, alat komunikasi, munisi kaliber besar, bom udara, torpedo, propelan, kendaraan tempur dan kendaraan taktis.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono menyaksikan demo kekuatan alutsista AL yang berupa demo Penyebaran Ranjau dari Pesawat Udara Patroli Maritim TNI Angkatan Laut, demo Penembakan Roket RBU dari Kapal Republik Indonesia (KRI) dengan nomor lambung 385 dan 381, demo Peperangan Anti Kapal Selam oleh KRI dengan menggunakan Helikopter Anti Kapal Selam, demo Pembebasan Pembajakan Kapal oleh Komando Pasukan Katak dan Intai Amphibi dengan metode ‘Visit Board Search and Seizure (VBSS)’, ‘Sailing Pass’ Kapal TNI Angkatan Laut dan ‘Flying Pass’ Pesawat Udara dan Helikopter TNI Angkatan Laut.

Turut mendampingi Presiden Yudhoyono antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf AD Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf AL Laksamana TNI Dr. Marsetio dan Kepala Staf AU Marsekal TNI IB Putu Dunia serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (S2/An)