Pengaruh Krisis Ukraina, Saham Wall Street Dijual Bervariasi

animalnewyork.com

New York, Sayangi.com – Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi (mixed) pada Kamis (13/3) pagi WIB, karena investor berhati-hati di tengah kekhawatiran atas krisis Ukraina dan menunggu lebih banyak informasi tentang arah ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 11,17 poin (0,07 persen) menjadi ditutup pada 16.340,08.

Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 0,57 poin (0,03 persen) menjadi berakhir pada 1.868,20, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq ditutup naik 16,14 poin (0,37 persen) menjadi 4.323,33.

“Para investor berhati-hati … karena kekhawatiran ekonomi dan geopolitik global membayangi Wall Street,” kata catatan pasar dari Wells Fargo Advisors.

“Secara khusus, ketidakpastian atas data ekonomi China yang akan datang dan ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah menekan saham-saham.” “Dua berita utama yang mendorong pasar adalah China dan mungkin masih beberapa pemikiran tentang apa yang terjadi di Ukraina,” kata David Levy dari Kenjol Capital Management, menggemakan kekhawatiran tentang apakah China masih turun melambat.

Tetapi Levy mencatat bahwa pasar AS masih tampak memiliki sebuah dasar yang kuat, setelah S&P 500 mencapai rekor baru pada pekan lalu.

“Akhir-akhir ini setiap kali kita telah mundur sedikitpun, kita sepertinya tidak bisa merangkai bersama untuk beberapa hari turun. Hal ini terus menunjukkan kekuatan pasar,” katanya.

Perusahaan produk nutrisi Herbalife tenggelam 7,4 persen karena Komisi Perdagangan Federal meluncurkan penyelidikan atas kegiatan usahanya. Saingannya Nu Skin mendapat dukungan dari berita itu, meningkat 6,5 persen.

Saham di EPL Oil and Gas melonjak 28,8 persen setelah Energy XXI mengatakan akan membeli perusahaan tersebut senilai 2,3 miliar dolar AS, sebuah kesepakatan yang akan menciptakan perusahaan independen lebih besar yang mengkhususkan diri dalam produksi lepas pantai di Teluk Meksiko. Saham Energy XXI turun 7,8 persen.

Saham Men’s Wearhouse kehilangan 2,4 persen pada karena hasil kuartalan yang buruk diumumkan sehari setelah perusahaan mengungkapkan kesepakatan 1,8 miliar dolar AS untuk membeli saingannya Jos A. Bank.

Perusahaan menyalahkan kerugian kuartalan 30,4 juta dolar AS pada cuaca musim dingin ekstrim yang menekan lalu lintas belanja dan promosi berat dari para pesaing.

Pengecer busana Express merosot 10,2 persen karena labanya 57 sen per saham meleset dari ekspektasi sebesar dua sen. Penjualannya juga berkinerja buruk. Kepala eksekutif Michael Weiss menyebut hasil tersebut “mengecewakan.” Farmville pencipta Zynga mendapat dorongan 2,5 persen dari penilaian prospektif 7,6 miliar dolar AS untuk saingannya Raja Digital Entertainment, pembuat Candy Crush, dalam dokumen IPO yang diajukan pada Rabu.

Laporan bahwa Departemen Kehakiman AS akan menyelidiki General Motors atas keputusan lambat untuk menarik 1,6 juta mobil meskipun telah dikeluhkan selama 10 tahun atas masalah pengapian yang berbahaya mengirim sahamnya jatuh 0,9 persen, setelah pada Selasa jatuh 5,2 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS turun menjadi 2,73 persen dari 2,77 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,67 persen dari 3,71 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (MD/Ant)