Hari ini SBY ke Riau, Pimpin Operasi Pengendalian Bencana Asap

Foto: setkab.go.id

Jakarta,sayangi.com– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Sabtu (15/3) hari ini akan bertolak ke Riau untuk memimpin langsung operasi pengendalian bencana asap di provinsi tersebut yang semakin parah dan bahkan meluas ke Sumatera Barat.

“Insya Allah, saya akan ke Riau untuk memimpin langsung pengendalian operasi, setelah itu saya percayakan pada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Presiden SBY melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono yang diunggah pada Jumat (14/3) malam.

Berdasarkan jadwal yang dibuat sebelumnya, Presiden SBY dan rombongan semestinya masih melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah. Namun, melihat situasi bencana kabut asap yang terjadi Riau, Presiden mengubah jadwal tersebut.

Saat melakukan video conference mengenai bencana kabut asap Riau, di Markas Polda Jawa Tengah, Semarang, Jumat (14/3) sore, Presiden SBY mengaku menerima sekitar 9.000 keluhan masyarakat yang disampaikan melalui situs jejaring sosial.
Presiden menyatakan sudah menginstruksikan agar Kepala BNPB memimpin operasi terpadu tanggap darurat, karena selama ini dinilai efektif dan mampu memimpin operasi penanggulangan dampak bencana di tanah air..

TNI, menurut Presiden, juga sudah menyatakan akan menerjunkan 1 brigade pasukan berisi sekitar 3.000 sampai 5.000 personel untuk memadamkan api dari kebakaran hutan gambut di Riau.

Asap dari pembakaran hutan gambut itu sudah menyebar pula hingga Sumatera Barat. Akibat asap ini bandar udara ditutup, sekolah-sekolah diliburkan, dan sekitar 46.000 warga Riau dilaporkan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Sesalkan Ketidakhadiran Gubernur Riau

Saat rapat videoconference mengenai bencana kabut asap Riau, di Markas Polda Jawa Tengah, Semarang, Jumat (14/3) sore, Presiden SBY menyesalkan ketidakhadiran Gubernur Riau Anas Maamun.

“Seharusnya Gubernur Riau, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya harus bisa mengatasi dan mencegah bencana kabut asap, paling tidak bisa mengurangi bencana kabut asap tersebut,” ujar Presiden.

Presiden mengaku terus memantau melalui sosial media tentang keresahan dan kemarahan masyarakat akibat gangguan kabut asap yang semakin parah. Presiden berkesimpulan, kebakaran hutan yang mengakibatkan bencana asap di Riau itu disengaja. Sementara untuk mengatasinya memerlukan biaya yang tidak sedikit, serta perlu mengerahkan TNI dan Polri.

Ia menyebutkan, akibat dari kabut asap tersebut, warga masyarakat menjadi korban dan anak-anak tidak bisa bersekolah karena terganggu pernafasannya. “Ini menjadi tugas bagi jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menyadarkan warganya, mengatasi, dan menyelesaikannya dengan baik,” tegas Kepala Negara.

Presiden menekankan bahwa penanganan bencana kabut asap tersebut, hitungannya adalah jam. “Jangan menunggu berhari-hari, karena jam demi jam sangat berharga, dan bisa berbahaya kalau tidak digunakan dengan baik dalam mengatasi bencana kabut asap tersebut,” tegas Presiden.

Dalam telekonferensi dengan Riau, Presiden berkomunikasi dengan Kepala BNPB Syamsul Maarif, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi, Danrem 031 Wira Bima sekaligus Kasatgas Penanggulangan Asap di Riau Brigjem TNI Prihadi Agus Irianto, Kapolda Riau Brigjen Pol. Condro Kirono, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Eddy Rakamto.

Di samping itu, Presiden SBY juga melakukan teleconference dengan Wakil Presiden Boediono yang didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Jaksa Agung Basri Arief, Menteri LH Balthasar Kambuaya, dan Mendagri Gamawan Fauzi, termasuk Panglima TNI Jendral Moeldoko, dan Wakapolri Badroedin Haiti.