Presiden Beri Waktu Tiga Pekan untuk Padamkan Api dan Asap

Pekanbaru, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi waktu tiga pekan untuk memadamkan api dan asap di Riau. Jika masih ada yang coba-coba membakar lahan atau hutan, pelakunya harus ditangkap.

“Padamkan api dan asap. Kalian prajurit TNI dan Polri, sanggup kalian?” tanya Presiden SBY kepada para prajurit TNI dan Polri yang diberi tugas dalam operasi tanggap darurat terpadu bencana asap. “Sanggup!” teriak mereka.

Begitu tiba di Pekanbaru, Presiden SBY langsung menuju Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (15/3) petang. Kabupaten Kampar merupakan salah satu dari tiga kabupaten terparah terkena dampak asap.

Operasi darurat bencana asap ini mengerahkan prajurti TNI dan Polri. Presiden menilai mereka sudah paham tugasnya. Mereka bukan saja bertugas memadamkan titik api, tapi juga memastikan pelayanan kesehatan bagi masyaakat.

“Saya kira semua sudah paham tugas utamanya. Kita ingin maksimal tiga pekan asap sudah tidak ada. Jika masih ada yang membakar, tangkap dan kita penjarakan,” tegas presiden.

Untuk melaksanakan operasi terpadu ini, pukul 08.00 WIB tadi telah digelar apel kesiapsiagaan dua batalion pasukan TNI dari Marinir dan Kopaskhas, serta 11 unit pesawat Hercules C-130 yang siap diterbangkan ke Riau. TNI juga menyiapkan pasukan dari kesatuan Arteri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Pasukan Khas (Paskhas) TNI-Udara. Mereka didatangkan dari Jakarta dan Bandung.

Untuk modifikasi cuaca akan ditambah lagi satu unit pesawat Hercules. Siang tadi, pukul 11.28 WIB, telah diterbangkan Hercules membawa 5 ton bahan semai dari Lanud Halim Pedanakusuma, Jakarta. Bukan hanya soal upaya instan, namun harus ada pencegahan dan penegakan hukum agar bencana tidak terus berulang.

Presiden menginstruksikan mereka mencari titik apinya, lalu padamkan. Dari udara, akan dilakukan modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan. Untuk memadamkan api juga dilakukan dengan menerjunkan air. Menurut Kepala Negara, ini merupakan operasi militer selain perang.

“Keduanya sama pentingnya dan sama-sama ingin mencapai tujuan. Selamat bertugas!,” kata SBY.

Kondisi Kabupaten Kampar sendiri sudah berangsur membaik. Kabut asap yang sempat menyelimuti sudah mulai berkurang, aktivitas warga di luar rumah juga kembali normal.

Seusai meninjau posko operasi tanggap darurat terpadu di Kampar, Presiden SBY dan Ibu Ani serta sejumlah menteri kembali ke Pekanbaru. Presiden menginap di Rumah Dinas Gubernur Riau. Demikian keterangan yang dilansir situs resmi kepresidenan RI.