Prabowo: Jangan Pilih Pemimpin Pembohong dan Boneka Asing

Sragen,sayangi.com– Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Minggu (16/3) hari ini mengawali kampanye terbuka di Sragen, Jawa Tengah. Kampanye terbuka itu dihadiri puluhan ribu massa dan para Caleg Partai Gerindra dari Dapil IV Jateng yang mencakup Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri.

Dalam pidato politiknya, Prabowo mengingatkan massa yang hadir agar pada 9 April nanti jangan salah memilih, karena kalau sampai salah akan menderita lima tahun lagi dan bahkan anak cucu juga ikut menanggungnya.

Menurut Prabowo, para pembohong dan koruptor saat ini sedang bergentayangan untuk menipu rakyat. Mereka hanya berpikir bagaimana membohongi rakyat. Partai Gerinda, katanya, siap untuk mengubah keadaan ini menjadi lebih baik dengan menghadirkan caleg-caleg yang bebas dari korupsi.

“Jangan mau dipimpin koruptor, carilah pemimpin yang bersih dan memikirkan rakyatnya dan jangan mau juga dipimpin oleh orang yang suka bohong, boneka-boneka asing karena Indonesia akan terus miskin,” kata Prabowo yang mendapat sambut meriah dari pendukungnya.

Prabowo mengemukakan, setiap tahun kekayaan Negara Indonesia bocor sebesar Rp1.000 triliun. Kalau rakyat yang punya kedaulatan menginginkan tidak ada kebocoran, katanya, maka harus ada perubahan lewat Pemilu ini dengan memenangkan Gerindra.

Sebelumnya, Prabowo mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

“Di depan kotak suara semua sama. Seluruh rakyat di Indonesia baik jenderal atau tukang becak, mempunyai hak yang sama, dan tentunya memilih yang terbaik dan bukan koruptor,” seru Prabowo.

Dalam kampanye terbuka di Sragen ini, Prabowo didampingi sejumlah petinggi Gerindra, antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon dan Sekjen Ahmad Muzani. Hadir pula artis ibukota Julia Perez untuk menghibur massa yang menghadiri kampanye.

Tak Mungkin Berduet dengan Jokowi

Di sela-sela kampanye, Hasyim Djojohadikusumo menegaskan bahwa Prabowo Subianto yang merupakan calon presiden dari partai Gerindra tidak mungkin dipasangkan dengan Joko Widodo (Jokowi) yang sudah ditetapkan sebagai capres PDI Perjuangan.

Hasyim secara terus terang memprediksi bahwa saingan berat Prabowo pada Pemilu Presiden mendatang adalah Jokowi, tetapi ini tidak masalah dan Partai Gerindra akan terus berusaha untuk memenangkannya nanti. (Ant)