Bencana Asap Riau, SBY Minta Jangan Ada Dusta

Foto: setkab.go.id

Siak, Sayangi.com– Pada hari kedua kunjungan kerjanya di Provinsi Riau, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui warga dari sejumlah daerah yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan, di halaman SDN 10 Minas, Kabupaten Siak , Minggu (16/3) siang.

Dalam kesempatan itu, SBY meminta masyarakat dan aparatur pemerintah yang paling bawah untuk berkata jujur terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di Riau. Presiden meminta masyarakat melaporkan siapa apa yang sebenarnya yang terjadi, sehingga kebakaran lahan di Riau bisa separah ini.

Ketika seorang warga yang mengaku berasal dari Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, mengatakan bahwa kebakaran lahan lebih disebabkan oleh faktor alam, Presiden SBY nampak tidak puas dengan penjelasan itu.

Presiden dengan spontan mengingatkan, lahan gambut tidak hanya ada di Riau, tetapi juga ada di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimanan dan sejumlah daerah lain di Indonesia, tetapi mengapa kebakaran lahan di Riau bisa berbeda dengan daerah lain. Menurut Presiden, kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau selalu parah jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Jangan ada dusta di antara kita, kalau di sini tidak mau sampaikan apa yang sebenarnya terjadi, maka saya akan cari tempat yang lain,” kata Presiden menanggapi keterangan warga dari Kabupaten Kampar itu. Pernyataan ini juga diungkapkan Presiden SBY melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Mendengar pernyataan SBY, seorang warga asal Siak Hulu, Kabupatan Kampar, mengakui bahwa kebakaran lahan yang terjadi di Riau tidak sekadar karena faktor alam, tetapi ada pihak-pihak yang sengaja membakarnya untuk maksud-maksud tertentu. Bahkan kebakaran yang terjadi hanya berjarak 20 kilometer dari Pekanbaru, terkesan dibiarkan tanpa ada upaya pemadaman yang serius.

Menanggapi hal itu, Presiden SBY sebagaimana dikutip situs setkab.go.id mengatakan, ironis ada kebakaran lahan yang hanya berjarak 20 kilometer dari Pekanbaru, tidak bisa dipadamkan.

“Saya merasa malu. Ada kebakaran lahan yang jaraknya hanya duapuluh kilometer dari ibukota provinsi tapi tak terpadamkan,” ujar Presiden SBY dalam pertemuan itu yang juga dihadiri oleh Menkokesra Agung Laksono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Mendagri Gamawan Fauzi, Mensesneg Sudi Silalahi, Gubernur Riau Annas Maamun, dan Bupati Siak Syamsuar.

Menurut SBY, sebenarnya dirinya sudah menerima laporan ada unsur kesengajaan dari kebakaran hutan dan lahan di Riau. Ada pihak-pihak yang memegang izin pengelolaan kawasan hutan, yang menyuruh masyarakat membakar lahan untuk membuka area baru.

“Ini sangat merugikan dan masyarakat yang dirugikan,” tegas presiden.

Sekitar satu jam, Presiden SBY menemui warga yang berkumpul di halaman SDN 10 Minas, Kabupaten Siak. Selanjutnya, Presiden SBY mohon pamit karena harus kembali ke Pekanbaru untuk memimpin rapat bersama kepala daerah se-Provinsi Riau untuk membahas kelanjutan penanganan kebakaran hutan dan ladang di Riau.

SBY dijadwalkan memimpin rapat bersama Gubernur, Bupati dan Walikota, Kapolres/Kapolresta serta jajaran Polda Riau, para Dandim, Kapolsek, Camat serta unsur pimpinan lainnya, di Gedung Daerah Pekanbaru.

Presiden SBY juga mengundang para pemimpin perusahaan untuk membahas cara yang baik untuk mengarap ladang dan melaksanakan operasi terpadu secara masif.