Deddy Corbuzier Akui Salah Soal Tayangan Bukti Transfer Hakim MA

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Insiden cakar-cakaran antara dua artis seksi Julia Perez dan Dewi Perssik telah menyeret Deddy Corbuzier ke ranah hukum.  Deddy Corbuzier diperiksa Komisi Yudisial atas laporan Hakim Agung Gayus Lumbuun yang tak terima perihal tayangan acara yang dipandu Deddy terkait penyebaran bukti transfer uang Rp 700 juta yang mengarah pada isu suap terhadap 3 Hakim Agung.

Mentalist berkepala pelontos itu datang pada 14.30 WIB, Kamis (20/3), bersama manajemen dan tim kreatif tayangan Hitam Putih ke Komisi Yudisial Republik Indonesia, di Jl Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat.

Sayangnya, kedatangan Deddy yang secara sembunyi-sembunyi tidak sempat diketahui para wartawan yang telah menunggunya.

Kepada wartawan, Taufiqurrohman Syahruri selaku Komisioner Komisi Yudisial mengungkapkan bahwa mantan suami Kalina itu telah datang dan mengakui kelalaian, serta menyatakan permintaan maafnya kepada pihak-pihak yang tertuduh, terutama kepada Hakim Agung Gayus Lumbuun dan Julia Perez.

“Dia (Deddy Corbuzier) mengakui kelalaian, dan minta maaf, dan telah meminta maaf ke Pak Gayus juga,” ungkap Taufiqurrohman Syahruri, Kamis (20/3).

Selain mengaku salah dan lalai, Deddy juga menjelaskan darimana dapat bukti transfer tersebut. Menurut Deddy, tayangan Hitam Putih pada episode 18 Februari 2014 bukan yang pertama menampilkan bukti transfer palsu.

“Dia (Deddy) menyatakan Hitam Putih itu bukan yang pertama, ada infotainment lain yang mendahului. Justru mereka menyatakan itu bukti adalah palsu, itu menurut mereka,” kata Taufiq.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Taufiq mendapati fakta baru bahwa tayangan Hitam Putih mendapat bukti transfer palsu Rp 700 juta dari jejaring sosial, twitter dari akun  @Yaniemolly.

“Dia (Deddy Corbuzier) mengaku dapat dari tanpa nama (noname), dan dari @yaniemolly itu akun twitter,” tandas Taufiq.

Komisi Yudisial sendiri menyatakan tidak akan melakukan tindakan apapun terkait penyebar bukti transfer palsu tersebut, namun pihaknya akan menyerahkan kepada penyidik Mabes Polri dalam laporan Gayus Lumbuun beberapa waktu lalu.

“Langkah KY tidak perlu sampai ke sana (langkah hukum), karena KY kan tentang etik. Untuk urusan penyebar fitnah, serahkan kepolisian dalam laporan Pak Gayus beberapa waktu lalu,” tutup Taufiq.

Diketahui sebelumnya, acara Hitam Putih yang dipandu Deddy telah menayangkan isu penyebaran bukti transfer yang diduga sebagai alat suap Julia Perez kepada Hakim Mahkamah Agung terkait eksekusi Dewi Perssik bulan lalu. Hakim Agung, Gayus Lumbuun yang tidak terima dengan isu suap tersebut pun melaporkan pihak-pihak terkait dalam penanyangan tersebut ke Komisi Yudisial.(GWH)