Suparman Akui Elit Golkar Kumpul Bahas Pilkada Lebak

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua DPRD Banten Suparman usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk Ratu Atut Chosiyah (RAC) mengaku jika dirinya adalah ketua Timses (tim sukses) pemenangan Amir Hamzah-Kasmin di pilkada Lebak, Banten.

Walaupun mengaku sebagai tim sukses, namun ketika ada gugatan sengketa pilkada Lebak ke Mahkamah Konstitusi (MK), Suparman tidak ikut dalam gugatan tersebut.

“Enggak, Saya kan ketua timses. Tapi dalam proses gugatan saya gak ikutan,” ujar Suparman saat keluar dari gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/3).

Dalam pemeriksaannya, Suparman sendiri dicecar dengan 12 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik KPK. Saat para awak media menanyakan kebenaran terkait elit Partai Golkar berkumpul di Hotel Sultan untuk membahas penyuapan ke mantan Ketua MK, Akil Mochtar, Suparman membenarkan hal itu bahkan sempat diajak oleh Amir Hamzah.

“Iya, Saya diajak Pak Amir ke situ,” terangnya.

Dalam kasus ini KPK menetapkan 4 tersangka yakni Mantan Ketua MK Akil Mochtar, pengusaha sekaligus adik kandung Gubernur Banten Tubagus Chaeri Wardhana, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan advokat Susi Tur Andayani.

Dalam kasus suap menyuap ini kubu Amir dan pasangannya Kasmin menyuap uang Rp 1 M kepada Akil agar diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Uang itu diduga diberikan oleh Ratu Atut Chosiyah kepada adiknya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Lalu Wawan, menyuruh Susi agar uang tersebut diserahkan kepada Akil.(GWH)