Kader Menggoyang, Jalan ARB Menuju RI-1 Semakin Terjal

Foto: Sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Jalan mulus tak sebanyak jalan berduri. Begitu kira-kira ungkapan yang kini terjadi dalam pencalonan Aburizal Bakrie (ARB) sebagai Presiden RI dari Partai Golkar. Meski ia merupakan nahkoda di partai berlambang beringin itu, tapi ia tak bisa begitu saja melenggang seolah tanpa hambatan. Ia harus melihat bahwa di balik pencapresannya, masih banyak kader yang keberatan.

Demikian itu banyak dilihat dari beberapa sepak terjang kader, termasuk petinggi Partai Golkar sendiri, seperti Ketua DPP Partai Golkar, Yoris Raweyai hingga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung.

Yoris bahkan beberapa waktu lalu melakukan manuver politik dengan sikapnya yang mengaku dirinya tengah menggalang dukungan untuk mengevaluasi stagnasi elektabilitas ARB. Salah satu langkahnya adalah menggelar Rapimnas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Yoris yang juga Ketua Umum AMPG akan menghimpun keluhan-keluahan kader terkait berjalannya roda organisasi dalam tubuh partai Golkar. Bahkan Yoris menilai, kampanye-kampanye ARB yang turun langsung ke daerah tidak membuat Golkar solid.

Kini, nama baru muncul. Adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Musfihin Dahlan yang ‘berani’ menyatakan sikap tegas mengenai pencapresan ARB sebagai presiden. Menurutnya, posisi ARB masih bisa dievaluasi jika perolehan suara partai ini pada Pemilu Legistif 2014 tidak signifikan.

“Setelah pemilu legislatif akan diselenggarakan rapimnas (rapat pimpinan nasional) untuk mempersiapkan agenda pemilu presiden,” kata Musfihin Dahlan pada diskusi ‘Efek Jokowi dan Strategi Parpol di Pilpres 2014’, di Jakarta, Minggu.

Menurut Mufsihin, Partai Golkar menargetkan perolehan suara 30 persen yang diputuskan pada Rapimnas 2012.

Jika pada pemilu legislatif mendatang, perolehan suara partai Golkar kurang dari 20 persen, apalagi jauh di bawah angka tersebut, maka ada kemungkinan munculnya usulan evaluasi.

Mufsihin menjelaskan, jika pada Rapimnas mendatang forum peserta mengusulkan agar dilakukan evaluasi terhadap pengusungan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden karena perolehan suara Partai Golkar tidak signifikan, maka calon presiden Partai Golkar bisa berubah lagi.

Ia juga menegaskan bahwa ARB bukan satu-satunya pemilik tunggal Partai Golkar. Meskipun ia merupakan ketua umum, namun ia posisinya sebagai capres bukanlah tak tergoyahkan.

“Partai Golkar itu selalu dinamis. Tidak ada pemilik tunggal di partai Golkar, karena sejarahnya memang didirikan oleh empat organisasi yang kemudian membentuk sekber (sekretariat bersama),” katanya.