Hatta Rajasa Buka Peluang PAN Koalisi Dengan PDIP

Foto: Antara

Kendari,sayangi.com– Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengatakan partainya membuka peluang untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada pemilihan presiden nanti.

“Hubungan antara PAN dan PDIP selama ini cukup baik, komunikasi terus terjalin, sehingga kemungkinan untuk koalisi sangat terbuka,” kata Hatta di Kendari, Sultra, Minggu (23/3).

Hatta mengatakan partainya hanya tidak akan berkoalisi dengan partai yang pernah tidak konsisten dengan kesepakatan koalisi.

Namun dia belum memikirkan kemungkinan untuk menjadi kandidat calon wakil presiden untuk kandidat calon presiden usungan partai yang lain, termasuk Joko Widodo (Jokowi) yang sudah ditetapkan sebagai kandidat calon presiden dari PDIP.

“Sampai saat ini saya masih dalam posisi sebagai capres dari PAN, sehingga belum berpikir mau jadi wakil presiden siapa,” katanya.

“Biarkan isu itu berkembang, dan bergulir, dan masyarakat yang akan menilai. Yang jelas siapa pun nanti yang terpilih menjadi presiden, maka harus didukung bersama,” katanya.

Hatta Rajasa berada di Kendari, Sultra, dalam rangka kampanye terbuka PAN di kota tersebut. Kampanye PAN tersebut dihadiri ribuan massa dan dihadiri sejumlah jurkam antara lain Gubernur Sultra Nur Alam, serta caleg PAN Laode Ida dan Asnawati Hasan.

Usai memberikan orasi, Hatta Rajasa kemudian bertolak ke Kota Baubau untuk melakukan kampanye di sana.

Saat menyampaikan pidato pada kampanye PAN di Kendari, Hatta Rajasa meminta kepada warga dan kader PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak golput pada pemilu 9 April mendatang.

“Saya minta jangan ada warga yang golput, karena akan merendahkan legalitas pemilu,” kata Hatta.

Ia mengatakan, kesuksesan pemilu tergantung partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif mendatang.

“Kader PAN harus menjadi pelopor untuk tidak golput karena merugikan masyarakat,” ujarnya.

Hatta juga meminta kader PAN agar tidak membawa anak-anak saat kampanye karena bisa disemprit oleh panitia pengawas pemilu. (Ant)