Jatah Elpiji Kabupaten Pamekasan Ditambah

antara

Pamekasan, Sayangi.com – Jatah distribusi elpiji bersubsidi tabung ukuran 3 kilogram untuk Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, pada 2014 bertambah dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Pamekasan Shalah Samlan, Minggu (23/3), untuk tahun 2014 alokasi elpiji bersubsidi di daerahnya sebanyak 5.532.565 tabung, sedangkan pada 2013 tercatat 5.129.600 tabung.

“Jadi ada penambahan sebanyak 402.965 tabung dibandingkan tahun 2013,” kata Shalah Samlan kepada Antara.

Ia menjelaskan, penambahan jatah elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram itu sesuai dengan usulan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur ke pihak Pertamina pada 29 Juli 2013 sebagaimana tertuang dalam surat bernomor: 674/179/432.123/2013.

Shalah menjelaskan, sebenarnya penambahan jatah elpiji untuk Kabupaten Pamekasan sebagai upaya antisipasi mengatasi kelangkaan, mengingat pada 2013 konsumsi elpiji melebihi jatah yang ditetapkan pemerintah.

“Jatah tahun 2013 itu kan 5.129.600, tapi konsumsi di lapangan justru mencapai 5.158.160 tabung,” katanya.

Shalah memperkirakan konsumsi elpiji bersubsidi di Kabupaten Pamekasan meningkat, karena banyak digunakan oleh kelompok usaha mikro yang kini jumlahnya mencapai 198.318 unit. Sebab jumlah rumah tangga pengguna elpiji di daerah ini hanya 212.202 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan.

Pemerintah mulai mengalokasikan elpiji bersubsidi tabung ukuran 3 kilogram untuk masyarakat Pamekasan tahun 2012 berdasarkan kebijakan program konversi minyak ke gas.

Kabag SDA Shalah Samlan menjelaskan, ketika itu jatah distribusi elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram untuk Pamekasan sebanyak 3.578.540 tabung.

Seiring dengan peningkatan kebutuhan, maka pada 2013 jatah distribusi elpiji naik menjadi 5.129.600 tabung dan tahun 2014 lagi menjadi 5.532.565 tabung.

“Mulai tahun 2014 kami membentuk tim pemantau elpiji, untuk mengetahui peredaran barang bersubsidi itu, mengingat selama ini penyalurannya tidak terkontrol,” terang Shalah Samlan. (MD/Ant)