Anies Baswedan: Faktor Utama Perubahan Adalah Pendidikan

Foto: Sayangi.com/Eman

Surabaya, Sayangi.com – Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Khairat di Kampung Ampel, Surabaya, Minggu (23/3), calon presiden peserta konvensi Partai Demokrat Anies Baswedan  mengemukakan gagasannya di bidang pendidikan. Menurutnya, yang patut didorong saat ini adalah pendidikan tinggi yang bisa diakses oleh semua orang.
 
“Dulu, Jogja membangun universitas di saat kota lain belum membangun itu. Akhirnya itu menjadi salah satu titik tolak penting hadirnya golongan orang-orang terdidik yang membawa perubahan,” tutur Anies.
 
Mantan Ketua Komite Etik KPK itu menambahkan institusi pendidikan tinggi yang berkualitas harus terus didorong. Karena menurutnya, nanti dari daerah-daerah itulah akan muncul pemimpin-pemimpin yang baik.
 
Pengadaan kampus berkualitas ini, lanjut Anies, menjadi  penting karena efeknya yang tidak kecil. “Pendidikan bukan sekadar menyelenggarakan pendidikan, tetapi sebagai alat rekayasa sosial. Sehingga kehadirannya untuk perubahan menjadi begitu penting,” ujarnya.
 
Dalam pertemuan tersebut Anies juga mendorong agar profesi guru dibuat eksklusif. Ia mengistilahkan hal ini dengan “mem VIP-kan guru-guru”.

“Guru-guru kita harus di VIP-kan. Kalau naik pesawat terbang misalnya, berikan mereka kelas VIP, atau boarding terlebih dahulu,” tambah penggagas Indonesia mengajar itu.
 
Hal itu, lanjut Anies, akan membuat sebuah kebanggaan pada guru. “Ini kita lakukan agar orang tahu bahwa gurulah yang bisa menjadikan mereka bisa naik pesawat,” tegasnya.
 
Dalam pertemuannya dengan para relawan di Makassar, Selasa (4/3) lalu, Anies juga sempat melontarkan gagasan untuk memotong pengeluaran para guru. Bukan hanya pendapatannya yang dinaikkan tapi juga pengeluarannya  dipotong. Misalnya, kata Anies, dengan memberikan potongan harga untuk para guru.
 
Anies beranggapan bahwa pendidikan adalah kunci dalam perubahan.

“Perubahan Indonesia kuncinya pada manusianya. Nah, pendidikan menjadi faktor paling utama,” pungkasnya.(GWH)