Ini Hasil Uji Kebohongan Brigadir Susanto Penembak AKBP Pamudji

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Aparat Polda Metro Jaya telah melakukan tes kebohongan atau lie detector kepada Brigadir Susanto, tersangka penembak kepala AKBP Pamudji, Jumat (21/3).

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto dari hasil lie detector terungkap bahwa sebelum menembak, Selasa (18/3), Susanto dan korban sempat tarik-tarikan senjata revolver.

Dijelaskan Heru, kepada tim penyidik, Susanto menjelaskan secara rinci kronologi tertembaknya Pamudji.

Berawal saat Pamudji datang ke Piket Yanma dan melihat Susanto tengah duduk di ruang piket. Saat itu Susanto tidak mengenakan pakaian seragam dinas.

“S keluar datang dan menyapa ‘selamat malam komandan’. Kemudian korban menegur karena tidak mengenakan seragam. Korban lalu mengambil senjata tersangka,” jelas Heru kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/3).

Usai mendapatkan senjata pelaku, korban lalu memasukannya ke saku kiri. Sementara pelaku, segera memakai pakaian dinasnya. Setelah berpakaian lengkap, Susanto kembali melapor ke Pamudji.

Usai melapor, Susanto ditugaskan untuk mengecek genset. Beberapa menit kemudian pelaku kembali.

“Saat melapor inilah terjadi perselisihan. Soalnya, tersangka ditegur lagi lantaran AV dan listrik masih menyala. Tersangka kemudian mengambil senjatanya yang dikantongi korban,” ujarnya.

Pamudji yang tahu senjata di kantongnya direbut, mencoba mempertahankannya.

“Keduanya tarik-tarikan senjata api. Tangan korban saat itu di atas mencoba mempertahankan senjata api, lalu diturunkan tangannya oleh tersangka dan terjadi penembakan,” lanjutnya.

Peluru mengenai pelipis kiri korban dan tembus ke belakang telinga kanan korban. Pamudji ambruk dan tewas.

Mengetahui itu, tersangka keluar dari ruang piket Yanma dan mengabarkan bahwa Pamudji bunuh diri, kepada Komandan Regu Aiptu D.(GWH)