Ini Kritik Didik Rachbini Terhadap Jokowi dalam Memimpin Jakarta

Foto: Sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Didik Rachbini mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan masalah banjir dan macet di Jakarta.

“Jokowi tidak pernah membuat gorong-gorong. Risma membuat gorong-gorong sebesar truk di Surabaya,” kata Didik tentang kinerja Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Pendiri Pusat Data Bersatu itu juga mengkritik Jokowi karena tidak melanjutkan rencana pembuatan terusan sungai Cisadane yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang.

“Jika Pemerintah Tangerang tidak mau, harus disosialisasikan agar mau dan jelaskan hal itu ke publik,” katanya.

Didik mengatakan dari 13 sungai di Jakarta yang harus dinormalisasi, sungai Ciliwung harus menjadi prioritas pertama.

“Bangungan yang sudah menjorok ke sungai harus segera dibongkar dan diberi tempat penampungan. Masyarakat harus mencicil sewa bangunan penampungan sebulan sekitar Rp300 ribu asal tanah penampungan itu milik Pemprov DKI,” kata Didik.

Selain banjir, Didik mengatakan Pemprov DKI Jakarta harus mengurai kemacetan di titik-titik jalan yang juga dilalui lintasan kereta api dan orang menyeberang.

“Dalam waktu enam bulan, itu harus bersih karena bisa mengurangi kemacetan 20 hingga 25 persen. Seperti jalan bawah tanah di Pasar Minggu yang bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen,” jelasnya.

Didik mengusulkan kebijakan pembatasan jumlah kendaraan di Jakarta serta penambahan jumlah transportasi massal.

“Kami harus mengedukasi publik. Mungkin popularitas saya akan turun, tapi tidak apa-apa. Tujuan saya yang paling tinggi tidak untuk menjadi anggota DPR, tapi agar demokrasi berjalan bagus,” ujarnya.

Didik mengaku kritikannya terhadap kepemimpinan Jokowi di DKI Jakarta bukan untuk menyudutkan sosok Jokowi tapi sebagai kritik terhadap kebijakan publik secara umum.