Boko Haram Akui Serang Barak Militer Nigeria

Foto: AFP

Kano, Sayangi.com – Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap barak militer utama Nigeria di kota wilayah timurlaut, Maiduguri, dalam sebuah rekaman video yang diperoleh AFP pada Senin.

Dalam rekaman itu, kelompok militan tersebut memperingatkan akan melancarkan serangan mematikan lebih lanjut, termasuk pada warga sipil.

“Kami melancarkan serangan-serangan di Maiduguri (pada 14 Maret),” kata seorang pria yang berpakaian putih, mengenakan penutup kepala warna hitam dan membawa sebuah senapan serang, yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau.

Pria itu tampak lebih muda, kurus dan tingkah-lakunya berbeda dari yang ada di video-video sebelumnya, yang menimbulkan pertanyaan baru mengenai apakah pemimpin militan yang dulu dilaporkan tewas itu masih hidup.

Shekau dinyatakan sebagai teroris global oleh AS dengan imbalan hadiah 7 juta dolar bagi penangkapannya. Nigeria sendiri menawarkan hadiah 50 juta naira (300.000 dolar).

Ia dilaporkan tewas dalam bentrokan di wilayah timurlaut antara 25 Juli dan 3 Agustus tahun lalu, namun seorang pria yang mirip dengannya muncul dalam sejumlah video sejak itu.

Militer Nigeria belum mengkonfirmasi secara resmi apakah Shekau masih hidup atau sudah tewas.

Kekerasan Boko Haram diperkirakan telah menewaskan lebih dari 3.600 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan.

Kelompok itu menyatakan berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria utara yang penduduknya mayoritas muslim.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen.