Dilecehkan, R Juga Laporkan UGB ke Komnas Perempuan dan MUI

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Tak hanya melaporkan Ustad Guntur Bumi ke Polda Metro Jaya, perempuan berinisial ‘R’ yang mengaku mengalami pelecehan seksual saat berobat pada UGB tahun 2011 silam itu juga telah mengadu ke Komnas Perempuan bahkan akan melaporkan UGB ke Majelis Ulama Indonesia.

‘R’ yang ditemani kuasa hukumnya Ferry Juan, mendatangi Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (24/3). Dengan berbekal bukti pendaftaran, minyak nyong-nyong dan air ajaib yang diberikan UGB saat berobat, pihak ‘R’ menyatakan akan terus mengejar dan menuntut UGB.

“Jarang ada yang ngaku, maling kan nggak ngaku. Biarin aja, saudari ‘R’ buktikan ada pendaftaran, ada bukti minyak nyong-nyong dan air ajaib,” ujar kuasa hukum ‘R’, Ferry Juan saat ditemui di Komnas Perempuan, Senin (24/3).

Kedatangannya tak hanya menceritakan yang dialami kliennya, Ferry juga meminta Komnas untuk membuat surat keterangan traumatis untuk menjerat UGB.

“Kita minta surat keterangan traumatisnya pelecehan seksual ini. Surat itu akan jadi tuntutan hukum terhadap UGB,” tegasnya.

‘R’ yang mengalami pelecehan seksual tersebut pada 2011 silam mengaku  masih trauma, takut dan jijik melihat Ustad Guntur Bumi meskipun hanya di televisi.

“Males lihat dia kalau ada di TV, saya nggak mau ketemu UGB, saya takut, jijik juga. Biar ngaku aja deh, ngakunya biar sama mama,” tukas perempuan berusia 24 tahun itu.

Ibunda ‘R’ yang juga mendampingi anaknya kala itu juga mengungkapkan betapa sakit hati terhadap UGB dan akan melaporkannya ke MUI sesegera mungkin.

“Saya lega sudah lapor Polda, Komnas. Saya pengen ke MUI besok,” tegas ibunda ‘R’

“Saya mau melapor ke MUI karena harga diri anak saya sudah dilecehkan. Saya sakit hati. Jangan mengelak nggak tahu anak saya, sadarlah,” imbuh ibunda ‘R’.

Pihak ‘R’ menegaskan tidak akan menempuh jalan damai terhadap perkara ini, tetapi akan terus melanjutkannya ke ranah hukum.

“Kalau berdamai, maaf saja. Tapi terus lanjut,” tegasnya.

Pihak ‘R’ juga berharap UGB segera mendapat tindakan hukum terutama pencekalan UGB ke luar negeri. Melalui kuasa hukumnya, pihak R juga menyatakan akan meminta pihak-pihak terkait untuk menutup praktik pengobatan UGB.

“Kita imbau supaya menangkap dan menahan UGB. Kita mohon ada tindakan hukum untuk mencekal UGB, untuk dia tidak pergi dari Tanah Air. Kita juga akan minta cabut ke Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, mengenai surat izin praktiknya,” tukas Ferry Juan.

Di lain pihak, UGB yang juga tak terima dengan tudingan tersebut diketahui telah melaporkan ‘R’ ke Polda Metro Jaya pada Jumat (21/3). (GWH)