Riau Kembali Berasap, TNI/Polri Bantu Pemadaman

Foto: Antara

Pekanbaru,sayangi.com– Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan ratusan personel untuk membantu upaya pemadaman titik-titik kebakaran lahan di Provinsi Riau yang kembali marak akbat cuaca kering.

“Di Bengkalis saja, sekarang ada sekitar satu batalyon pasukan TNI yang membantu pemadaman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis Muhammad Jalal kepada pers, di Pekanbaru, Rabu (26/3) malam.

Sampai saat ini, menurut Jalal, upaya masih terus dilakukan, khususnya bagaimana agar api tidak terus meluas hingga ke kawasan perkebunan masyarakat.

“Upaya pemadaman terpecah di sejumlah lokasi itu, kendalanya di lapangan saat ini masih air yang sangat minim,” katanya.

Selain di Bengkalis, pasukan TNI/Polri juga membantu upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Dumai, dan beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Titik Panas di 6 Kabupaten

“Sejak kemarin, Riau memang kembali berasap,” kata Kepala Divisi Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo.

Satelit NOAA-18 pada 25 Maret pukul 18.00 WIB memantau ada 41 titik panas (hotspot), meningkat dari pantauan sehari sebelumnya yang hanya memantau 5 titik panas. Titik panas tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 12 titik, Bengkalis (11), Dumai (7), Siak (5), Pelalawan (3), Kepulauan Meranti (3).

Sedangkan, pantauan dari Satgas Pasukan Darat menandai ada 28 titik kebakaran besar dilapangan.

Berdasarkan informasi BMKG, angin bertiup dari arah utara sampai dengan timur laut dengan kecepatan 5-20 knot per jam relatif cukup kencang. Prospek cuaca menunjukan Riau baru akan dilanda hujan sekitar tanggal 28 Maret dikarenakan kelembaban di level 10.000 dan 19.000 kaki (Feet) cukup kering.

Munculnya kembali titik api dan asap sebelumnya juga memaksa Satgas Darurat Asap Riau mengevakuasi 24 warga akibat permukiman warga di Kabupaten Siak, Riau, terkepung asap kebakaran lahan.

“Dari puluhan warga yang diungsikan, dua diantaranya adalah balita dan delapan anak-anak,” kata Kepala Penerangan Satgas Tanggap Darurat, Kolonel Robert.

Ia menjelaskan, warga yang diungsikan sebanyak delapan kepala keluarga atau 24 jiwa. Mereka adalah warga Desa Dayun Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Keputusan mengevakuasi diambil Satgas pada 24 Maret lalu karena permukiman warga desa tersebut sudah terkepung api dan asap akibat kebakaran dari lahan perkebunan kelapa sawit yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Siak. Berdasarkan data Satgas, kebakaran di Siak sudah lebih dari 10.600 hektar dimana sekitar 400 hektar merupakan kebun sawit Pemda.

“Jarak api ke perumahan warga hanya 15 meter, sementara jarak pandang di bawah tujuh meter,” ujar Kolonel Robert.

Ia mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan baik menggunakan pasukan darat yang dibantu dengan delapan helikopter bom air, maupun dengan modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan. Khusus pasukan darat, sebanyak 1 brigade personel TNI sudah diperbantukan di Riau sejak operasi terpadu diintensifkan pada akhir Maret lalu.

“Total pemadaman satgas darat dari 27 Februari hingga 25 Maret ada 217 titik yang luasnya sekitar 20.767 hektare, dengan rincian titik api 28 titik dan titik padam 189 titik,” katanya. (Ant)