Jaksa KPK Pastikan Panggil Boediono di Persidangan Budi Mulya

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), meminta agar Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangkan saksi-saksi dalam kasus terdakwa dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Budi Mulya.

Dengan itu, Jaksa KPK menjelaskan kepada Majelis Hakim Tipikor akan menghadirkan saksi-saksi sebanyak 66.  “Jumlah saksi 66 orang,” kata jaksa KMS A Roni dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/3)

Lalu, Roni menjelaskan dari nama 66 saksi tersebut ada nama Boediono yang akan dipanggil dalam persidangan. Namun, Roni sendiri belum bisa memastikan untuk menghadirkan Boediono dalam persidangan.

“(Boediono) ada dalam daftar,” Jelas Rono usai sidang kepada para awak media.

Dalam surat dakwaan Budi Mulya, nama Boediono memang disebut bersama-sama dengan terdakwa Budi Mulya melakukan penyalahgunaan wewenang atau perbuatan melawan hukum terkait pemberian FPJP kepada Bank Century oleh BI pada 2008.

Boediono disebut memberikan surat kuasa No.10/68/Sr.Ka/GBI tanggal 14 Nopember kepada Eddy Sulaeman selaku Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter, Sugeng selaku Kabiro Pengembangan dan Pengaturan Moneter dan Dody Budi Waluyo selaku Kabiro Operasi Moneter untuk menandatangani Akta Pemberian FPJP dan Akra Gadai atas FPJP Bank Century. Serta Surat Kuasa No. 10/67/Sr.Ka/GBI tanggal 14 Nopember 2008 kepada Ratna Etchika Amiaty selaku Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM, Boestal selaku Deputi Direktorat Kredit, BPR dan UMKM, Khairil Anwar selaku Kabiro Direktorat Kredit, BPR dan UMKM dan Y Santoso Wibowo selaku Deputi Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. Untuk menandatangani Akta Fidusia atas FPJP Bank Century.

Sehingga, bagian Penyelesaian Transaksi Pengelolaan Moneter (PTPM) pada tanggal 14 Nopember 2008 dilaksanakan pemberian FPJP ke Bank Century melalui Real Time Gross Stellement (RTGS) sebesar Rp 356.813.000.000. Serta, tanggal 17 Nopember 2008 melalui RTGS juga sebesar Rp 145.260.000.000.

Padahal, ketika pencairan tahap pertama dilakukan belum ada penandatanganan akta perjanjian pemberian FPJP antara BI dan Bank Century.

Tetapi kemudian, Budi Rochadi menyetujui pencairan FPJP tahap kedua sebesar Rp 187.321.000.000 pada tanggal 18 Nopember 2008. Padahal, belum ada pemeriksaan terhadap dokumen aset kredit yang akan dijadikan agunan. Sehingga, total FPJP yang diberikan ke Bank Century sebesar Rp 689.394.000.000.(GWH)