Ke Serawak, Sultan Badaruddin: KPD Bawa Misi Budaya Indonesia

Foto: http://sultanpalembang.com

Palembang, Sayangi.com – Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) III Prabudiradja dan rombongan Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) akan melakukan sanjo (kunjungan) budaya ke negeri Serawak, Malayasia, Kamis (27/3) hingga tiga hari ke depan.

“Sanjo atau kunjungan budaya ini membawa misi kebudayaan Indonesia, menjalin kerjasama ekonomi dan kewisataan serta mempererat hubungan antara negara Malaysia dan Indonesia umumnya, Provinsi Sumatera Selatan khususya,” ujar Sultan Mahmud Badaruddin  (SMB) III di kediamannya menjelang keberangkatannya pada sore ini (27/3).

Rombongan ini, kata SMB III terdiri dari 15 orang,  diantaranya adalah permaisuri,  putra mahkota RM Pauwaz  Prabudiradja, H. Toni Panggar Besi (mantan Kadisbudpar Sumsel), beserta para pangeran KPD yakni Konbes (Purn) Masagus Zainal Abidin, R. Gofar, R. Rashid, R. Syarif Lukman, R. Mustofa, RM Zainal Zainal Abidin, seniman Vebri Al Lintani, dan Seniman Tari Ana Kumari beserta para penari.

Menurut SMB III, selama tiga hari  ini mereka akan berkunjung ke istana gubernur negeri Serawak, melakukan pergelaran budaya dan ke beberapa lokasi wisata sepert kampung Santu Bong, Cultural Vilagge dan tak ketinggalan pula ke rumah rumah anak yatim Laila Taib.

Sejatinya, kata SMB III, hubungan kebudayaan antara KPD dengan Negara-negara serumpun melayu semakian menguat sejak abad ke-17.   

“Pada tahun 1666, ketika Raja Palembang Ki Mas Hindi memproklamirkan Kesultanan Palembang Darussalam dan melepaskan diri dari kekuasaan Jawa, pergaulan  istana Palembang Darussalam lebih intim mengarah ke negeri-negeri serumpun Melayu,”  jelas SMB III.

Ditambahkan oleh SMB III, beberapa tradisi di istana Palembang Darussalam seperti tradisi menulis syair, tradisi berpakaian dan lain-lain lebih beradaptasi dengan budaya Melayu.  

Selain itu, katanya, jauh sebelumnya lagi seorang ksatria terakhir dari Sriwijaya berdasarkan tambo Melayu dicatat sebagai pendiri singapura  yang waktu itu bernama Temasek dan kemudian Melaka.

“Keturun dari Parameswara inilah yang kemudian kebanyakan menjadi raja-raja di semenanjung Melayu. Hubungan historis inilah yang akan dijaga oleh KPD sebagai wakil dari Indonesia dan provinsi Sumatera Selatan,” kata SMB III.

Di dalam kunjungan budaya ini, KPD juga akan menggelar tari Tepak Keraton ciptaan seniman tari kawakan Ana Kumari.

“Tari Tepak Keraton ini berbeda dengan Tari Gending Sriwijaya yang lebih menonjolkan unsur  kesriwijayaan. Tarian ini saya ciptakan lebih memuat unsur etika Islam  dan tata cara istana Palembang Darussalam dalam menghormati tamu, baik dalam bersikap maupun busananya,” ujar Ana Kumari. (GWH)