Kemenhut Dorong Pengembangan Industri Kayu Berbasis Hutan

antara

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong pengembangan industri kehutanan berbasis hutan tanaman di luar Jawa untuk meningkatkan penanaman hutan oleh masyarakat.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ketika mengunjungi industri kayu PT Makmur Alam Sentosa (MAS) di Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Kamis (27/3) menyatakan, saat ini perkembangan industri kehutanan di Jawa begitu pesat. Hingga 2013 jumlah industri primer hasil hutan kayu kapasitas di atas 6.000 meter kubik per tahun sebanyak 375 unit.

Industri itu, tambahnya, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 282.878 orang dengan nilai investasi sebesar Rp54,9 triliun.

“Kami berharap ada investor yang bersedia mengembangkan industri kehutanan ini di luar Jawa seperti di Sumatera, Kalimantan maupun Papua,” katanya.

Menurut Zulkfili Hasan, industri perkayuan dalam kurun waktu delapan tahun terakhir cenderung menurunkan pemanfaatan kayu dari hutan alam untuk memasok bahan baku.

Selama 2005-2013, tambahnya, pemenuhan bahan baku dari hutan alam pada industri perkayuan berkapasitas 6.000 meter kubik turun dari 20,5 juta meter kubik menjadi 5,54 juta meter kubik.

“Ke depan hutan tanaman akan menjadi basis dan tulang punggung industri perkayuan,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah terus mendorong pembangunan hutan tanaman sebagai sumber bahan baku dari kayu hutan tanaman menjadi kayu hutan tanaman.

Dengan berkembangnya industri kehutanan, lanjutnya, mampu meningkatkan harga jual produk kayu dari hutan tanaman yang dikembangkan masyarakat.

Zulkifli mencontohkan, di Jawa Timur untuk kayu sengon harga jual di tingkat petani mencapai Rp1,2 juta per meter kubik, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp700 ribu-Rp800 ribu per meter kubik.

Di pasar internasional, ujarnya, produk kayu sengon dihargai 350 dolar AS per meter kubik.

Untuk menarik investor mengembangkan industri kehutanan di luar Jawa pihaknya siap memberikan fasilitas kemudahan berinvestasi. (MD/Ant)