Hambit Bintih Divonis 4 Tahun, Cornelis 3 Tahun Penjara

Foto: Antara

Sayangi.com– Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis bersalah Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih dan pengusaha Cornelis Nalau karena dinilai terbukti menyuap mantan Ketua KPK Akil Mochtar dalam kasus pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Dalam persidangan pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/3), Hambit Bintih divonis hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara, sedangkan Cornelis Nalau dijatuhi hukuman 3 tahun dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan penjara.

“Terdakwa satu Hambit Bintih dan terdakwa dua Cornelis Nalau Antun terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Suwidya, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/3).

Menurut majelis hakim, Hambit bersama dengan Cornelis dinilai terbukti menyuap Ketua MK saat itu Akil Mochtar sebesar Rp 3 miliar. Uang itu diberikan ke Akil untuk memengaruhi putusan permohonan keberatan hasil Pilkada Gunung Mas. Hambit menginginkan agar permohonan keberatan itu ditolak sehingga dirinya tetap dinyatakan sah sebagai Bupati Gunung Mas terpilih.

Hambit dan Cornelis dinyatakan melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Vonis majelis hakim untuk Hambit Bintih dan Cornelis Nalau ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Sebelumnya Hambit dan Cornelis dituntut 6 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara.

Atas putusan ini, Hambit menyatakan pikir-pikir untuk banding. “Saya berpikir dulu,” katanya.

Sedangkan, Cornelis langsung menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut.