Ini Pesan TKI Satinah Pada Anaknya Sebelum Dipancung

Foto: Istimewa

Semarang, Sayangi.com – Satinah, pekerja tata laksana rumah tangga di Arab Saudi yang  divonis hukuman pancung, menghubungi keluarganya pada Minggu (24/3) lalu. Kesempatan menghubungi pihak keluarga itu diberikan oleh pihak penjara Al Ghazi, Saudi Arabia.

Dalam komunikasinya hari Minggu lalu, Satinah mengungkapkan dirinya pasrah dan berserah diri kepada Tuhan. Ia sempat berbincang dengan kakak kandungnya, Paeri Al Feri dan berpesan jika anaknya, Nur Afriana (20) sudah cocok dengan seorang laki-laki maka dinikahkan saja.

“Dia bilang titip Nur, anaknya. Kalau ada yang seneng dinikahkan,” kata kakak ipar Satinah, Sulastri saat di kediamannya di Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (27/3).

Cukup banyak pesan yang disampaikan Satinah kepada anaknya. Satinah terus menanyakan perkembangan kasusnya. Ia juga berharap agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.

“Yang terima teleponnya pertama anaknya, Nur. Pesannya jangan lupa shalat, dan supaya mendoakan ibu supaya bisa kumpul lagi di kampung halaman, terus nurut sama Pakde dan Bude karena sudah dirawat sejak kelas 4 SD,” papar Sulastri.

Tujuh hari lagi batas pemenuhan diyat untuk Satinah habis. Pihak keluarga kini hanya bisa berdoa dan menunggu kejelasan nasib Satinah apakah bisa kembali ke rumah atau berakhir dengan hukuman pancung. Keluarga berharap komunikasi hari Minggu lalu bukan komunikasi terakhir dengan Satinah.

“Kami bersyukur masih banyak yang peduli dengan Satinah, mau kasih sumbangan. Pemerintah Arab Saudi juga sudah membantu, tapi di sana pakainya hukum Islam,” imbuhnya.(GWH)