Gila! Mayat Orang Senggama Dipamerkan

Foto: prisonpalet.com

Jerman, Sayangi.com – Body World Exhibition adalah sebuah pameran mayatyang digagas oleh seorang ilmuan Jerman, Gunther Von Hagens. Gunther merupakan salah satu penemu tehnik pengawetan mayat yang disebut dengan plastinasi.

Eksibisi atau pameran ini pertama kali dilakukan di jepang pada tahun 1995. Dalam pameran ini terdapat sejumlah mayat lengkap dengan seluruh organ tubuhnya yang diiris dan dipotong dengan apik di beberapa bagian sehingga kita dapat melihat bagian dalamnya.
Tehnik plastinasi ini menggantikan cairan tubuh dan lemak dengan cairan silikon karet plastisin yang memungkinkan mayat tetap dalam kondisi aslinya meskipun mayat tersebut dipotong ataupun diiris tipis.

Pada setiap pameran biasanya akan dipamerkan kurang lebih 25 tubuh utuh yang dirancang dengan berbagai pose yang artistik dan estetik. Tidak hanya itu saja bahkan sekitar 200 an potong organ tubuh seperti liver, jantung, usus, jaringan kepala, ginjal, bagian-bagian perut, urat, otot dan jaringan syaraf dan juga tidak ketinggalan janin ikut dipamerkan.

Namun yang membuat pameran ini sedikit menghebohkan adalah penambahan posisi mayat tersebut dalam keadaan sedang berhubungan seks.

“Kami tidak bermaksud memamerkan beberapa posisi seksual, hal ini pada dasarnya murni bertujuan untuk mengenali dan mempelajari anatomi tubuh manusia,” ujar Angelina Whalley, salah seorang Direktur Kreatif pameran tersebut, seperti dilansir Reuters.

Pasangan suami isteri ini, Gunther dan Angelica memang sengaja menambahkan posisi seksual pada patung-patung mayat yang mereka ciptakan tersebut. Meskipun menuai banyak sekali kontroversi, namun memang pameran ini tidak pernah sepi dari pengunjung karena memang sangat mengundang rasa penasaran.

Eksibisi yang digarap bersama suaminya ini setiap tahunnya selalu dikunjungi sekitar 28 juta orang dari seluruh penjuru dunia. Pameran yang mereka lalukan ini sangat kontroversial karena memberikan pelajaran mengenai anatomi tubuh manusia dengan cara memajang mayat manusia.

Namun ternyata berbagai spesimen tubuh manusia tersebut memang berasal dari jenazah orang-orang yang telah setuju untuk mendonasikan tubuhnya guna kepentingan edukasi. Tidak hanya itu bahkan pasangan suami istri ini juga menyetujui untuk membiarkan tubuh mereka terpajang dalam ruang pameran tersebut jika mereka meninggal nanti.