Sekda Jambi Tersangka Korupsi Pramuka, Gubernur : Serahkan ke Proses Hukum

rosenmanmanihuruk.blogspot.com

Jambi, Sayangi.com – Gubernur Jambi Hasan Basri menyatakan sangat menghormati proses hukum terkait penahanan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Syahrasaddin dalam kasus dugaan korupsi dana Kwarsa Pramuka dan Perkempinas 2012.

“Saya menghormati proses hukum yang dijalankan oleh penegak hukum yang telah menahan Sekda Provinsi Jambi,” katanya dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Pemprov Jambi yang diterima, Rabu (2/4).

Ia mengatakan proses hukum yang terjadi tidak akan mengganggu kinerja pemerintah untuk melaksanakan program-programnya.

Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Jambi tetap berjalan sebagaimana mestinya, termasuk dalam upaya pencapaian target kinerja yang ingin dicapai sesuai dengan rencana kerja pemerintah daerah.

Berkaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung terhadap pejabat daerah maka sudah ada mekanisme yang mengatur dalam peraturan perundangan-undangan.

Untuk itu, Gubernur berharap semua elemen masyarakat memberikan kesempatan kepada penegak hukum untuk bekerja dengan tenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, pada Selasa (1/4) penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi secara resmi menahan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Syahrasaddin terkait kasus dugaan korupsi dana Kwarda Pramuka Jambi dan dana hibah untuk Perkempinas senilai Rp3 miliar.

Kepala kejaksaan tinggi (Kajati) Jambi, Syaifudin Kasim mengatakan, secara resmi kejaksaan menahan tersangka Syahrasaddin yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jambi.

Tersangka Syahrasaddin ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai 1 April dan yang bersangkutan kini menghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas II Jambi.

Adapun alasan penahanan terhadap tersangka adalah yang bersangkutan diancam pidana diatas lima tahun penjara, dan dikhawatirkan dapat melarikan dan menghilangkan barang bukti.

Dalam kasus ini tersangka Syarasadin diduga telah menyalahgunakan wewenangnya dan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana rutin Pramuka dan dana hibah APBD untuk kegiatan Perkempinas di Jambi 2012 yang diperkirakan senilai Rp3 miliar.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2011 jo pasal 55 ke-1 KUHP, kata Kajati.

Sementara itu Sekdaprov Jambi Syahrasaddin ketika ditanya saat akan menjelani penahanan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung, namun dia juga akan melakukan upaya hukum selanjutnya. (MD/Ant)