Wilfrida Bebas dari Hukuman Mati, Prabowo: Alhamdulillah

Kuala Lumpur, Sayangi.com – Sidang Pengadilan Kota Bahru Kelantan Malaysia akhirnya menyatakan TKW asal NTT Wilfrida tidak bersalah dan bebas. Kepastian bebasnya Wilfrida disampaikan oleh Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menghadiri sidang vonis tersebut Senin (7/4).

“Alhamdulillah, Wilfrida sudah bebas. Terima kasih atas dukungan doa seluruh rakyat Indonesia, karena tanpa dukungan doa dari seluruh rakyat mustahil hal ini terjadi,” kata Prabowo dalam rilis kepada media, Senin (7/4).

Prabowo berangkat ke Malaysia pada Minggu (6/4) pukul 14.00 WIB melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Kedatangan Prabowo secara khusus ke negeri jiran tersebut untuk memberikan dukungan moral kepada Wilfrida. Di Malaysia Prabowo menemani pengacara Muhammad Shafee Abdullah yang ditunjuk sebagai kuasa hukum kasus Wilfrida.

Majelis hakim yang mengadili perkara Wilfrida menerima mempertimbangkan dan keterangan sejumlah saksi ahli yang sudah dihadirkan tim pengacara. Mereka mengambil kesimpulan bahwa Wilfrida mengalami kondisi acute and transient psychotic disorder dapat terjadi seketika untuk jangka waktu singkat karena adanya faktor pemicu. Penjelasan ini mematahkan argumentasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Puan Julia Ibrahim bahwa Walfrida masih mampu berpikir setelah melakukan pembunuhan terhadap majikannya.

Pada sidang sebelumnya, saksi ahli Badiah juga menyampaikan bahwa Walfrida mengalami disorganized speech and behavior atau bicara dan perilaku yang tidak teratur. Menurut Dr. Badiah, kesimpulan terhadap hasil pemeriksaan jiwa Walfrida merupakan hasil kerjasama tim dokter yang terdiri dari beberapa pakar di bidangnya, termasuk pakar dari Universitas New Castle di Inggris.

Wilfrida dituntut hukuman mati atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya. Dia dituduh melanggar pasal 302 Penal Code Kanun Keseksaan, Malaysia dengan hukuman maksimal pidana mati.

Wilfrida belum genap 17 tahun saat dikirim ke Malaysia sebagai buruh migran. Wilfrida menyatakan, tindakannya adalah upaya bela diri dari kekerasan majikan yang kerap memarahi dan memukulinya. (S2)