SBY Resmikan Rumah Sakit Pekerja KBN

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa pagi, meresmikan pengoperasian Rumah Sakit Umum Pekerja PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) p di kawasan Cakung Cilincing, Jakarta Utara.

Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyo didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua DPR-RI Marzuki Alie, Dirut KBN Sattar Taba, dan sejumlah pejabat BUMN.

Pembangunan RS Pekerja ini dicanangkan oleh Presiden Yudhoyono ketika mengunjungi Kawasan Industri Batam pada tahun 2012.

Tujuan pembangunan RS Umum Pekerja ini untuk melayani kesehatan para pekerja di wilayah KBN maupun di luar KBN dan masyarakat umum berpenghasilan menengah ke bawah.

Dengan investasi sekitar Rp65 miliar Rumah Sakit ini dibangun sekitar 1 tahun yang selesai pada 22 September 2013.

Pembangunan RS Pekerja ini merupakan sinergi antar BUMN, yakni PT KBN, PT Jamsostek, PT Askes, PT Binakarya, PT Nindya Karya, dan PT Indrakarya.

Direktur Utama KBN Sattar Taba mengatakan, nilai proyek pembangunan RS Pekerja ini berkisar Rp65 miliar, sedangkan pembelian peralatan kesehatan sebesar Rp40 miliar, dana cadangan untuk pembelian ambulance, biaya konsultan serta lainnya Rp5 miliar.

Dana pembangunan rumah sakit yang berlokasi di lahan seluas 3.652 meter persegi tersebut berasal dari dana program “corporate social responsibility” BUMN.

“Semua pekerja termasuk karyawan BUMN yang memiliki kartu asuransi kesehatan gratis berobat, sedangkan buruh yang tidak memiliki kartu Askes tetap mendapat perawatan namun dengan biaya murah,” ujar Sattar.

Rumah sakit ini memiliki luas bangunan sekitar 9.000 meter persegi, terdiri atas 8 lantai, dan jumlah tempat tidur yang tersedia 184 tempat tidur (kelas II).

Spesifikasi RS Pekerja setara kelas C+, berfungsi sebagai pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, mulai dari rawat jalan, unit gawat darurat, unit rawat intensif, bedah sentral, hingga rawat inap.

RS Pekerja juga memiliki fasilitas penunjang medik, seperti laboratorium, fisioterapi, radiologi, dan rekapan medik, sementara penunjang non medik, antara lain farmasi, gizi, laundry, kamar jenazah, serta ambulance.

Dengan mengusung konsep hijau, rumah sakit ini diharapkan dapat membantu proses penyembuhan pasien karena memiliki sistem ventilasi dalam pencegahan nosokomial pada rumah sakit tersebut. (An)