Kronologi Pencurian Emas Oleh Ustadz Guntur Bumi, Versi Korban

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Selain membeberkan bukti-bukti kerugian materi yang ditaksir milyaran rupiah, Yustdiana Hakim dan Abdul Rauf Hakim, pasangan suami istri yang mengaku sebagai korban penipuan UGB , juga membeberkan dugaan aksi pencurian emas 200 gram yang dilakukan UGB.

Lalu bagaimana awal mulanya kabar pencurian emas yang dilakukan UGB itu bisa terjadi? Dituturkan langsung oleh Yustdiana dan Abdul Rauf dalam sebuah tayangan investigasi salah satu stasiun tv swasta, berikut kronologi terjadinya pencurian emas yang dilakukan oleh UGB.

Peristiwa berawal saat pasangan suami istri Yustdiana dan Abdul Rauf mengundang UGB untuk melakukan pengobatan massal dikediamannya di Balikpapan, Kalimantan Selatan pada tahun 2012 lalu. Kala itu UGB datang bersama istrinya, Puput Melati dan beberapa anak buahnya.

“Ya waktu itu tanggal 12 Agustus 2012, waktu itu pas bulan puasa. Setelah selesai pengobatan massalnya, dia (UGB) datang ke rumah untuk melakukan pengobatan di kamar saya, anak buahnya ada bantu UGB dua orang,” ungkap Yustdiana.

Namun kemudian, Yustdiana syok bukan kepalang ketika mengetahui beberapa perhiasan yang diletakan di meja rias raib begitu saja usai dari kamar mandi.

“Selesai pengobatan itu dia keluar, perhiasan saya ada di meja rias, tidak tertutup apa-apa dan tidak ada pikiran macam-macam kalo UGB akan ambil,” imbuhnya.

Rupanya, rasa khawatir UGB atas adanya kamera CCTV sempat diungkapkan UGB kepada sang pemilik rumah. “Bu Haji, apa CCTV itu ada sampai dipasang di kamar?,” demikian Yustdiana menirukan ucapan UGB kala itu.

“Saya bilang, loh Pak ustadz ini ada-ada aja, mana ada CCTV ada dikamar. Langsung saja saya ambil wudhu di kamar mandi. Sudah itu saya minta mukena saya ke pembantu. Selesai wudhu saya sempat bercermin di kaca meja rias. Nah di situ saya melihat perhiasan saya sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

“Dalam keadaan kalut, UGB dan istrinya turun dari lantai atas, mereka pamit mau pulang. Waktu  mau naik mobil, saya panggil dia dan menanyakan  tentang perhiasan saya hilang. Saya bilang, tolong bantu saya pak ustadz, saya baru saja kehilangan emas,  tapi saya tidak ingin menuduh orang sih. Lalu UGB mengambil segenggam tanah di halaman dan meletakkannya diatas genggaman tangan saya,” tuturnya lagi.

“Lalu dia bilang ke saya, Bu Haji insyaallah ini pulang, kalau tidak pulang ya diikhlaskan saja,” ujarnya menirukan ucapan UGB.

Yang lebih mengejutkan lagi kecurigaan bahwa perhiasan tersebut telah berpindah tangan ke UGB akhirnya terbukti setelah UGB tertangkap di Bandara Sepinggan Balikpapan saat hendak kembali ke Jakarta dengan barang bukti satu set perhiasan emas yang dibungkus dengan plastik penutup. Terkait penangkapan UGB di bandara Sepinggan, Abdul Rauf pun menceritakan kronologi penangkapan tersebut.

“Waktu penangkapan itu juga ada polisi, tapi bukan ditangkap gimana gitu, tapi karena UGB kan melewati di sensor atau xray-nya bandara, jadi terlihat emasnya, barulah disergap,” tutur Rauf.

“Gelang ini kan adanya dikamar, penutup ini kan adanya di lantai atas, berarti kan emas ini dibawa dia ke atas lalu dibungkus diatas,” sambil menunjukan sebuah plastik yang diduga digunakan UGB untuk membungkus perhiasan yang dicurinya.

“Kalau kau tidak akui kesalahanmu, saya akan tahan semua. Dia jawabnya, saya minta maaf ini kelakuannya anak buah saya. Saya bilang lagi, kalau nggak ada yang mengaku tangkap saja semuanya,” ungkap Rauf .

“Akhirnya dia berdiri dan peluk saya, dan dia bilang, tolong kasihani saya, selamatkan saya, kasihan istri dan anak saya,” cerita Rauf menirukan pengakuan UGB kala itu.

Saat itu juga Rauf menjawab “saya kan cuma butuh pengakuan saja, kalau kau malu mengaku didepan orang, mari bicara di luar. “Dan dia pun akhirnya mengaku, dia bilang,  saya salah dan saya khilaf,” ucap Rauf lagi.

Lalu dengan berbagai pertimbangan dan permintaan dari Yustdiana, Rauf memutuskan untuk tidak memperkarakan kasus tersebut ke pihak yang berwajib. Dan melepaskan UGB kala itu.

Sayangnya menurut Rauf, bukan cuma dirinya yang menjadi korban penipuan dan pencurian ini,itu sebabnya kini ia dan istrinya memutuskan untuk kembali memperkarakan kasus tersebut ke polisi. Keduanya menuntut agar Ustad Guntur Bumi mengembalikan segala bentuk kerugian materi yang dialaminya dua tahun lalu itu.(SIS)