Meski Membosankan, Marquez Gembira Bisa Juara di GP Austin

Foto: Motogp.com

Austin, Sayangi.com – Juara dunia Marc Marquez meraih kemenangan di Grand Prix Amerika pada Minggu untuk mencatatkan kemenangan keduanya dari dua balap musim ini, namun ia mengakui ini merupakan kemenangan yang membosankan.

Pebalap Spanyol itu mengulangi kesuksesannya di MotoGP Texas dari 2013, ketika ia juga meraih kemenangan dari posisi start terdepan.

Marquez, yang memenangi balap pembuka musim di Qatar pada bulan lalu meski mengalami patah kaki pada empat pekan sebelumnya, finis dengan keunggulan 4,174 detik atas rekan setimnya di Honda Dani Pedrosa, sedangkan pebalap Ducati Andrea Doviziooso menduduki posisi ketiga dengan selisih 20 detik.

“Saya begitu gembira dengan kemenangan ini. Startnya bagus dan 25 angka penting bagi tim meski balap ini sedikit membosankan,” kata Marquez.

Pada start yang dramatis, juara dunia 2010 dan 2012 Jorge Lorenzo melakukan “jump start” dari posisi kelima di grid.

Pebalap Spanyol itu harus masuk ke dalam pit lane pada sepeda motor Yamahanya di akhir putaran pertama.

Di depan, Marquez menjauh dan tidak pernah terlihat berada dalam ancaman, sehingga Pedrosa hanya dapat mengamankan posisi kedua.

Pebalap Italia Andrea Iannone dengan Ducatinya membuka jalan untuk merangsek dari posisi kesembilan dan menduduki posisi ketiga pada fase-fase awal.

Valentino Rossi, pada sepeda motor pabrikan Yamaha kedua dan merupakan runner up di Qatar di belakang Marquez, berada di posisi keempat pada separuh perjalanan.

Namun pebalap veteran Italia ini kesulitan mempertahankan posisinya ketika mendapat masalah cengkraman ban depannya.

Masalah itu bahkan membuat dua pebalap satelit Yamaha Aleix Espargaro dan Bradlet Smith dapat menyalipnya.

Keunggulan Marquez atas Pedrosa berkembang menjadi empat detik dengan empat putaran yang masih harus diselesaikan, sedangkan Dovizioso, yang start dari posisi ke-10, naik ke urutan ketiga.

Rossi kemudian berada di urutan kedelapan, tertinggal 45 detik, sedangkan Lorenzo berjuang keras untuk dapat menduduki posisi kesepuluh.

Pebalap Spanyol Maverick Vinales memenangi balap Moto2 perdana pada karirnya dengan kemenangan yang meyakinkan.

Vinales, juara Moto3 musim lalu, merangsek dari start posisi keenam untuk meraih kemenangan dengan keunggulan 4,009 detik dari pemilik posisi start terdepan Esteve Rabat.

Vinales, yang menunggangi Kalex, finis di posisi keempat pada balap pembuka musim di Qatar, di mana sesama pebalap Spanyol Rabat, yang juga mengendari Kalex, meraih kemenangan. Dominque Aegerter dari Swiss finis di peringkat ketiga pada Minggu dengan Suter.

Pebalap Australia Jack Miller memenangi balap Moto3 keduanya secara beruntun pada musim ini, ketika ia meraih kemenangan di Grand Prix Amerika pada Minggu.

Pebalap 19 tahun itu, yang menandai kemenangan balapnya di Qatar pada bulan lalu, start di posisi terdepan dengan KTMnya.

Ia kemudian lolos dari sejumlah hadangan Romano Fenati, yang berada di peringkat kedua, dan Efren Vazquez, pada dua putaran terakhir untuk mengamankan kemenangan.

“Saya merasa bagus saat mengerem. Itu selalu menjadi salah satu titik kuat saya, mungkin terlalu kuat sebab itu dapat membunuh pada kecepatan tinggi,” kata Miller yang berasal dari Queensland.

“Namun itu bekerja dengan sangat baik. Saya mencadangkannya untuk dapat menang, saya memimpin pada setiap putaran,” katanya.