Merasa Ditipu, Caleg Gerindra Laporkan 13 PPK Pasuruan ke Panwaslu

Foto: Istimewa

Pasuruan, Sayangi.com – 13 Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Pasuruan dilaporkan ke Panwaslu. Dalam laporan tersebut, Agustina Amprawati, caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra yang gagal karena suaranya minim, membawa surat perjanjian berisi kesanggupan PPK mengganti rugi RP 4 miliar jika gagal menggelembungkan suara untuk memenangkan dirinya.

Dalam surat perjanjian tersebut tertera tanda-tangan 11 Ketua PPK dari 13 PPK. Agustina mengungkapkan, ia memberikan uang Rp 77,5 juta tersebut pada 17 Maret 2014. Setelah itu, ia juga memberikan sejumlah uang lagi kepada perwakilan 13 Katua PPK dan sebuah motor Mega Pro dalam waktu berbeda. Total uang yang diberikan Agustina pada 13 PPK berjumlah Rp 116 Juta. Pemberian uang itu dilakukan di Posko pemenangan Agustina di jalan panglima Sudirman, Pasuruan.

“Yang bertanda-tangan di bawah ini kami 13 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Pasuruan yang sesuai dengan tanda terima di bawah ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa kami sanggup memenangkan caleg Propinsi Jatim a/n Agustina Amprawati, ST dan telah kami terima RP 77.500.000…..” demikian isi surat perjanjian itu.

Tak hanya itu, ke 13 PPK itu juga menyatakan kesanggupan untuk menggelembungkan suara. Dalam surat itu ditulis apabila mereka mengingkari, mereka siap untuk dipidanakan dan mengembalikan uang tersebut sepuluh kali lipat, yaitu Rp 4 miliar.

“Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dalam keadaan sadar tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. Apabila mengingkari penyataan tersebut kami siap untuk dipidanakan dan mengembalikan dana tersebut sepuluh kali lipat, ditambah kampanye dengan biaya Rp 4.000.000.000 (empat miliar rupiah) yang ditanggung oleh nama-nama yang tersebut di atas,” demikian pernyataan kesanggupan itu.

Saat mengetahui dirinya gagal meraih suara, Agustina merasa ditipu dan meyatakan kecewa. Karenanya ia melaporkan hal itu ke Panwascam Kejayan, Minggu (20/4). Ia mengaku menyerahkan semua perkara itu ke pengacaranya.

Dalam laporan itu, ┬ámuncul nama-nama 12 Ketua PPK dan 1 anggota PPK. Mereka adalah Ketua PPK Gempol (Khumaidi), Ketua PPK Lekok (Lutfi), Ketua PPK Prigen (Tauhid) non aktif, Ketua PPK Beji (Budi), Ketua PPK Gondang wetan (Musta’in), Ketua PPK Grati (Sholeh), Ketua PPK Pohjentrek (Edi), Ketua PPK Wonorejo (Suhudi), Ketua PPK Sukorejo (Eko), Ketua PPK Purwosari (Imam), anggota PPK Winongan (Endang), Ketua PPK Bangil (Sujarwanto) serta Ketua PPK Kraton (Ansori).

Terkait laporan ini, belum ada tanggapan dari KPU da Panwas Kabupaten Pasuruan karena saat ini masih sibuk dengan proses rekapitulasi suara. (SL)